peran pentahelix

YEU, PRY & UMY Soroti Kebijakan, Ekonomi Kreatif dan Peran Pentahelix Hari Disabilitas Internasional

Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, YAKKUM Emergency Unit (YEU) dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan peringatan di Dasron Hamid Research and Innovation Center (DHRIC), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta pada 5 Desember 2022. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pengurus YAKKUM, Wakil Rektor UMY, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia serta dihadiri lebih dari 170 undangan yang terdiri dari pemangku kepentingan di tingkat lokal hingga nasional. Komite Nasional Disabilitas dan organisasi disabilitas, organisasi masyarakat sipil, mitra dan dampingan program pendampingan PRY dan YEU, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat umum. 

Peringatan tersebut menjadi kesempatan dan ajakan bagi semua orang tanpa terkecuali untuk mendorong partisipasi penyandang disabilitas di setiap aspek kehidupan, terkhusus dalam perencanaan pembangunan disabilitas di setiap aspek kehidupan, terkhusus dalam perencanaan pembangunan yang inklusif. 

Dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 tersebut, YAKKUM Emergency Unit, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta turut menggelar talkshow secara hybrid yang menyoroti Deklarasi Jakarta dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, ekonomi kreatif untuk disabilitas, dan peran pentahelix dalam membangun lingkungan yang inklusif. Mengakhiri tiga sesi talkshow tersebut, merumuskan deklarasi komitmen bersama. 

“Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, kita merayakan bahwa setiap orang diciptakan secara unik dan memiliki tujuan. Kita diajak terlibat dalam pembangunan yang ada di dunia ini setara, sama dengan yang lain. Apresiasi kepada aktivis disabilitas. Di semua lini, fase perjuangan berbeda namun arahnya sama. Dunia sudah memperhatikan disabilitas walaupun kita sadar bahwa sebagian besar sifatnya masih charity dan berdasarkan belas kasihan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mendorong inklusivitas, kesetaraan dan pemberdayaan disabilitas. Sesuai dengan tema peringatan HDI, penekanan ada pada partisipasi dan inisiasi untuk terlibat dan tidak hanya protes, tapi juga partisipasi bermakna. Pembangunan inklusi merujuk ke pembangunan yang tidak meninggalkan siapapun. Perwakilan dari YAKKUM yang menyelenggarakan kegiatan hari ini adalah Pusat Rehabilitasi YAKKUM dan YAKKUM Emergency Unit yang memberikan pelayanan rehabilitasi holistik bagi penyandang disabilitas, termasuk pula dalam segi penanggulangan bencana dan rehabilitasi.“

(Ketua I Pengurus YAKKUM – Pdt Simon Julianto, S.Th., M.Si.)