Tsunami Sumbar 1861

Kebanyakan masyarakat Indonesia mengetahui dan mengenal tsunami sejak tsunami Aceh pada 2004 silam. Padahal kejadian tsunami sendiri sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu lho, atau kita menyebutnya dengan tsunami purba. Sayangnya, banyak yang belum mengenal dan menyadari itu semua. Akibatnya, saat itu banyak korban yang berjatuhan.

Berbicara soal tsunami purba, wilayah Sumatra Barat sudah sejak dahulu dilanda tsunami, yaitu pada 16 Februari 1861. Tsunami ini diawali dengan gempabumi berkekuatan M 8,5. Tsunami tersebut tingginya mencapai 7 meter yang menyebabkan 1105 korban meninggal.

Baca juga : 

Cerita Datangnya Tsunami di Beberapa Wilayah

Di wilayah Air Bangis selama terjadi gempa, air laut bergolak. Air sungai mengering kemudian air laut naik dengan kuat ke arah pantai. Periode dari fenomena naik turunnya air adalah 15 menit dan kembali terulang hingga siang hari pada tanggal 17 Pebruari. Tsunami mengakibatkan ribuan ekor ikan mati.

Sedangkan di Pulau Telo, sekitar satu jam setelah terjadi goncangan yang pertama, air laut mengalir ke darat dengan kuat. Mengakibatkan semua pepohonan yang berada di pantai terendam. Sepanjang malam pulau ini digenangi sebanyak 4 kali gelombang yang bergejolak. Hal ini menimbulkan kerusakan yang parah dan 700 rumah tenggelam serta seluruh tumbuhan di pulau ini mati.

Kalau di Pulau Sibolga, beberapa saat setelah terjadi goncangan yang pertama, air laut di pantai bergejolak. Beberapa waktu kemudian, air laut surut sebanyak dua kali dengan kekuatan yang besar dan mengakibatkan kapal-kapal tertarik hingga ke tengah laut. Kemudian dihempaskan ke dasar laut yang kering. Setelah itu air laut dengan cepat kembali membanjiri daratan dan pantai hingga menggenangi jalan di sepanjang pantai.

Gunung Sitoli terletak di pantai tenggara Pulau Nias, Gunung Sitoli mengalami serangan tsunami parah. Awalnya air laut surut sejauh 32 m, kemudian kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi dan menghancurkan sejumlah desa di pantai. Banyak penduduk setempat tewas. Sebuah kapal terdampar ke darat di pantai Damula sebelah timur Pulau Nias. (MA)

Sumber : BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)