ayo mengajar indonesia

SiagaBencana.com untuk Relawan Ayo Mengajar Indonesia

Sebagai individu yang terlahir, tumbuh, dan dibesarkan di negara dengan sebutan labotarium bencana, kurang rasanya jika membayar segala yang telah diberikan negeri ini hanya dengan ucapan manis tanpa adanya sebuah aksi. 

Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan terjadinya ancaman bencana, kegiatan Ayo Mengajar Indonesia hadir. Kegiatan yang bertajuk “Pembekalan Relawan Pendidik Muda Batch 9” ini sebagai kumpulan generasi muda dengan menggagas banyak aksi yang keterwakilan kompetensi kelas dunia. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (28/01/23) dan bertempat di Villa Mecenning Citayem dihadiri berbagai lembaga yang mana juga menjadi narasumber, yaitu Sulaikha Pulungan (Pengurus Ayo Mengajar Indonesia), Nuri Syahidah (SiagaBencana.com), Tonenji S.Ag., M.A (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Muhammad Muhyidin S.Pd (Ice Breaker Nasional).

Baca juga : IDA CAMP 2 SEBAGAI PROTOTYPE NASIONAL GIAT KETAHANAN TERHADAP BENCANA

Peserta yang hadir pun berasal dari kalangan mahasiswa yang tersebar dari beberapa universitas di Indonesia. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 28 orang calon relawan pendidik muda Ayo Mengajar Indonesia Batch 9 ke enam titik Indonesia.

Ada berbagai acuan materi yang disampaikan pada sesi seminar, seperti program literasi dan numerasi Ayo Mengajar Indonesia, mitigasi dan penanggulangan bencana, strategi dan metode pembelajaran. 

Nuri Syahidah, salah satu tim SiagaBencana.com pun turut hadir dan memberikan materi tentang Kesiapsiagaan Bencana kepada relawan pendidik muda batch sembilan. Nuri memaparkan apa yang dimaksud dengan bencana hingga apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah terjadi bencana. Tidak sampai di situ, Nuri juga mengajak relawan pendidik muda  simulasi mitigasi bencana. 

Selain itu, ada materi yang diberikan oleh pembicara pada sesi simulasi mitigasi dan penanggulangan bencana, seperti pelatihan terhadap kesiapsiagaan atau persiapan dalam merespon gempabumi dan tanah longsor, dan pelatihan dalam memberikan pertolongan pertama terhadap korban bencana. 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membuka mata dan mengajak pemuda atau pemudi Indonesia untuk peka terhadap mitigasi dan penanggulangan bencana alam yang ada di Indonesia. (MA)