Relawan dan Pekerja Kemanusiaan : Garda Terdepan Kebencanaan

Sabtu (1/4/23), webinar Ngopi PB mengangkat tema “Gerakan Relawan dan Pekerja Kemanusiaan” dan turut mengundang narasumber Dwi Supriyanti dari HWDI Kudus/ULD BPBD Kabupaten Kudus. Selain itu, ada Petrasa Wacana (Aksi Komunitas) dan dr. Eva Delsi, Sp.EM (MDMC) sebagai penanggap, serta di sesi Ignite Stage Firman Budiman (Sky Volunteer, Synersia Foundation).  

Pada kesempatan webinar kali ini, Dwi menyampaikan perihal gerakan relawan disabilitas pada pra, saat, dan sesudah terjadi bencana. Ia menyampaikan bahwa ada beberapa faktor pendukung untuk menjadi relawan kebencanaan bagi disabilitas, yakni adanya kemauan dan kemampuan, waktu, kesempatan, dan dukungan dari berbagai pihak. 

Dokumentasi : Youtube PREDIKT

Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan relawan disabilitas pada pra, saat, dan pasca bencana. Pada saat pra bencana, relawan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan kebencanaan dan pengembangan kapasitas seperti bagaimana menyelamatkan diri, mempelajari P3K dan mengikuti berbagai macam pelatihan. 

Baca juga : DERETAN PODCAST BERTEMA ZERO WASTE

Pada saat bencana, relawan disabiltas mendirikan posko bencana bersama dengan BPBD, Tagana, dan unsur relawan lainnya, pendistribusian kebutuhan dasar disabilitas, mengadakan kegiatan di posko pengungsian untuk menghibur sesama disabilitas, serta mengecek kesehatan para pengungsi. 

Sedangkan pada pasca bencana, relawan disabilitas memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada pada korban dan pendataan disabilitas baru di daerah rawan bencana. Kemudian, di masa COVID-19 relawan disabilitas juga memberikan edukasi tentang vaksinasi, pemakaian masker, dan handsanitizer kepada disabilitas. 

Menjadi relawan disabilitas bukanlah hal yang mudah, ada berbagai tantangan yang dihadapi bersama, seperti kurangnya aksesibilitas, data tidak valid dan kurangnya koordinasi. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut, relawan melakukan koordinasi dan melakukan pendataan dengan disabilitas di setiap kecamatan, membuat grup WhatsApp untuk mempermudah dan mempercepat informasi, dan mengusahakan aksesibilitas secara bertahap. 

Petrasa sebagai penanggap turut menanggapi bahwa ketika kita menjadi relawan tentunya kita mempunyai bakat dan kemampuan. Maka manfaatkan kapasitas kita untuk mengoptimalkan apa yang bisa kita kontribusikan kepada para korban. Selain itu, perlunya para relawan perlu mengapresiasi diri. 

Pada sesi Ignite Stage, Firman mengenalkan Sky Volunteer sebagai tim relawan yang mendedikasikan kemampuannya dalam penggunaan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau drone untuk dunia kemanusiaan dan penanganan bencana alam. Tim tersebut dibentuk pada tahun 2016 dan mulai membawa inisiatif #Fly4Humanity sejak tahun 2018 pada gempa Lombok.  

Dokumentasi : Youtube PREDIKT

U-Insipre dan Sky Volunteer memberikan solusi kepada masyarakat bernama Fly for Humanity. Gerakan Fly for Humanity dari U-Inspire yang diinisiasi oleh Sky Volunteer ini adalah sebuah inisiatif dalam mengoptimalkan penggunaan Unmanned Aerial System (UAS) atau drone untuk kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Fly for Humanity memiliki tujuan, yaitu menyediakan data spasial dari citra UAV untuk kebutuhan penanggulangan bencana, membuat arsip/dokumentasi audiovisual untuk kebuutuhan penanggualangan bencana, dan dukungan transportasi logistik tanggap darurat menggunakan drone. 

Firman mengatakan, data Geospasial dan Visual yang dihasilkan oleh UAV atau drone dapat memberikan informasi yang faktual, menyeluruh, dan terintegrasi sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat. 

Sangat menarik bukan pembahasan kali ini? Apakah diantara Sobat Preparizen ada yang ingin menjadi relawan ataupun sudah menjadi relawan? Ceritain di kolom komentar!

Pada minggu ini, Ngopi PB membahas tentang relawan. Kira-kira minggu besok bahas apa ya? Penasaran? Buruan ikut kegiatan Ngopi PB yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi jam 09.00 WIB – selesai. Kamu bisa mengakses Ngopi PB menggunakan link https://bit.ly/NgopiPB2.0

Bagi kamu yang ketinggalan, bisa menonton siaran ulangnya di Facebook Pujiono Centre ( https://www.facebook.com/pucenjogja/live/ ) atau YouTube PREDIKT ( http://bit.ly/YoutubePREDIKT )  (MA)