Tragedi Sinila, Dieng: Kiamat yang Terlupakan

Tragedi Sinila, Dieng: Kiamat yang Terlupakan

Tragedi Sinila 1979. Sumber: Kompas.

Sobat Disasterizen, ada yang sudah menonton film Everest? Film yang dirilis pada tahun 2015 ini mengisahkan perjalanan kru Adventure Consultant yang dipimpin oleh Rob Hall mendaki Gunung Everest pada tahun 1996, melawan berbagai tantangan seperti badai salju dan kurangnya oksigen. Film yang dibintangi oleh beberapa aktor papan atas seperti Jake Gyllenhall & Jason Clarke ini benar-benar mereplika buku Into Thin Air karangan Jon Krakauer, salah satu pendaki yang selamat, dengan sempurna.

Selain melawan bencana alam, masalah juga datang dari kubu ‘sebelah’. Terkadang ada saja sifat-sifat ego yang menyebabkan kecelakaan fatal, seperti kesalahan dalam memasang tali di tangga untuk menyebrang.


 Jasad di Gunung Everest yang paling terkenal, dijuluki the Green Boots. Wikimedia.

Tapi, tahukah sobat kalau ternyata adegan yang sama pernah terjadi di Indonesia?

Sinila, Dieng

  

Korban letusan kawah Sinila. U-Report.

Pada 20 Februari 1979, ketika penduduk Dusun Simbar, Desa Sumber Rejo sedang beristirahat dari lelahnya aktivitas harian, mereka dikejutkan dengan rentetan guncangan sekitar pukul 1 dini hari. Ada kurang lebih 3 gempa dangkal yang terjadi, yaitu pukul 1, pukul 2, dan pukul 4 dini hari.

Setelah itu, kawah Sinila, dan beberapa kawah lain seperti Sigludug mulai bereaksi. Mereka menyemburkan gas karbondioksida dan uap air bertekanan tinggi.

Waktu kejadian yang masih pagi buta tidak memungkinkan warga untuk mengevakuasi diri lebih cepat.

Para penduduk yang kebingungan membawa sanak saudara, binatang ternak, dan barang-barang berharga. Mereka yang kebingungan lari menyelamatkan diri daerah Kepucukan tapi nahasnya, di sana gas beracunnya lebih tinggi. 

Jalur utara telah tertutup rapat karena di sanalah Kawah Sinila dan Kawah Sigludug berada. Tidak mungkin pula ke timur, karena lahar Sinila sudah menutup jalur itu.

Berlari-lah mereka ke arah barat.

Tapi ternyata, barat tidak-lah aman. 3 kali gempa dangkal disusul oleh erupsi kawah menyebabkan tanah menjadi retak dan mengeluarkan gas CO2 (karbondioksida) yang pekat. Para penduduk yang berada di barisan depan tumbang. Melihat yang lain gugur, penduduk yang tersisa dengan refleknya mencoba berbalik arah.

Namun, apa daya. Retakan semakin menjadi-jadi.149 dilaporkan meninggal, lebih dari 15.000 orang terpaksa mengungsi, dan bahkan, Desa Kepucukan dan Simbar dihapuskan dari peta Kabupaten Banjarnegara!

Dieng Plateau Theater  

Via Indonesia Kaya.

Kejadian ini diabadikan oleh pemerintah setempat dalam Dieng Plateau Theater. Teater ini diperuntukkan untuk memutar film dan dokumentasi penting tentang sejarah, kondisi geografis, dan budaya Dataran Tinggi Dieng. Tempat ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Walaupun letaknya yang jauh, teater ini sangat wajib untuk dikunjungi jika sobat sedang mampir ke Dieng. Hanya bermodalkan sekitar 4 ribu rupiah, sobat bisa menyaksikan berbagai macam dokumentasi lengkap yang ditawarkan. Salah satunya adalah dokumentasi Tragedi Sinila 1979 ini.

Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, ya. (RG)

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar