Rumah Tahan Gempa Dengan Dinding Ferosemen

Rumah Tahan Gempa Dengan Dinding Ferosemen

Sobat Disasterizen, menciptakan rumah tahan gempa mungkin agak sulit tercipta jika bangunannya sudah dibangun. Betul tidak? Selain terhalang oleh dana, rasanya sayang untuk membongkar dan membangun ulang rumah yang sudah berdiri. Tapi jangan putus asa dahulu, Sob! Karena ada cara lain yang bisa digunakan untuk menciptakan rumah tahan gempa, yaitu membangun dinding ferosemen.

Kemarin (16/11), pada acara Seminar Refleksi Akhir Tahun Bencana & Komunitas di Auditorium Perpustakaan Nasional, D’Karlo Purba, Direktur Adventist Development and Relief Agency Indonesia (ADRA), menyampaikan teknologi ferosemen ini merupakan rekayasa konstruksi bangunan tahan gempa yang mudah diterapkan dan tentunya lebih ekonomis.

Bagaimana cara membuatnya?

D’Karlo Purba menjelaskan, dinding batako atau batu bata yang sudah disusun dengan semen, dijahit dengan kawat ayam/jaring-jaring berdiameter 1 mm, kemudian diplester dengan semen. Ini dilakukan kepada kedua sisi pada sebuah dinding. Kalau mau diibaratkan, kira-kira ini seperti sebuah sandwich. Agar lebih mudah dipahami oleh kamu, langsung saja yuk tonton videonya di bawah ini!

 

Sudahkan kalian menonton teknik pembuatannya dan hasil dari pembuatan tersebut? Sangat mudah bukan untuk diterapkan?

Ngomong-ngomong, teknik pembuatan dinding ferosemen ini rupanya juga mulai diterapkan oleh masyarakat Sigi, Sulawesi Tengah. Mereka membangunnya berdasarkan ilmu yang didapat dari pelatihan pembuatan rumah tahan gempa yang diselenggarakan oleh ADRA, dan didukung oleh Kerk in Actie, Help International, dan Czech Republic Humanitarian di Desa Rogo, Sigi, Sulawesi Selatan pada 2-4 Desember 2019.

Nah, karena caranya sudah sangat mudah dilakukan oleh para tukang bangunan, ini saatnya untuk kamu menyebar luaskan dan menerapkan pada rumahmu masing-masing. Jika kamu tidak memiliki dana lebih untuk membuatnya pada seluruh dinding rumahmu, setidaknya ciptakan satu ruang tahan gempa untuk berlindung dari ancaman gempabumi. Yuk mulai! (MA)

Baca juga : MENGENAL LEBIH DALAM DENGAN ABRASI

Tak perlu menunggu sampai ratusan korban, 1 korban sudah sangat banyak.” - D’Karlo Purba

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar