Pilu di Balik Lumpur Sidoarjo

Pilu di Balik Lumpur Sidoarjo

Indonesia merupakan negara yang rawan akan bencana alam dan non alam. Salah satu contohnya adalah bencana Lumpur Sidoarjo. Lumpur Sidoarjo merupakan contoh bencana lingkungan hidup yang besar di Indonesia.

Definisi lingkungan hidup berdasarkan UU 32/2009, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia, serta mahluk hidup lain. Dari definisi tersebut, bisa dikaitkan bagaimana perilaku manusia akhirnya mempengaruhi alam, seperti contoh bencana lumpur di Sidoarjo.

Kasus lumpur Sidoarjo merupakan lingkungan buatan lumpur yang dibuang ke Teluk Madura melalui Sungai Porong, hingga akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat. Teluk yang tercemar akibat pembuangan lumpur juga menyebabkan area tersebut tidak bisa lagi untuk mencari ikan. Hingga akhirnya menyebabkan hasil penangkapan ikan menurun dan terjadi pergeseran wilayah untuk penangkapan ikan.

Tidak hanya itu, ada social aspect pasca lumpur Sidoarjo, yaitu :

  • Terdampak langsung: mendapat kompensasi
  • Tidak terdampak langsung: tidak mendapat kompensasi karena tidak dianggap terdampak, mau tidak mau harus beradaptasi

Peran pemerintah dianggap abstain, sehingga masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi secara mandiri. Dalam kesempatan webinar Memahami Risiko Lingkungan dari Bencana Lumpur Sidoarjo pada tanggal 8 Oktober 2020, Bobby Bagja, Alumni Ilmu Kelautan UNPAD, mengatakan ada beberapa prinsip dalam penanganan masalah lingkungan, yakni :

  • Economically profitable (secara ekonomi tidak merugikan/secara minimum)
  • Socially acceptable (diterima secara sosial)
  • Environmentally sustainable (berkelanjutan)
  • Technologically manageable (teknologi tidak mengawang-awang)

Dapat disimpulkan bahwa penanganan bencana lumpur Sidoarjo hanya terfokus di darat, sedangkan abai pada dampak di laut. Padahal bencana ini berdampak pada biota laut yang juga memberikan dampak merugikan pada masyarakat sekitar yang kehidupannya bergantung pada laut. (MA)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar