Pentingnya Profesionalisme dalam Penanggulangan Bencana

Pentingnya Profesionalisme dalam Penanggulangan Bencana

E-flayer ngopi PB ke-13.

SIAGABENCANA.COM – Rabu kemarin (16/6/21), Ngopi PB ke-13 bertajuk ”Profesionalisme dalam Penanggulangan Bencana: Pengembangan Karir di Sektor Kebencanaan” dengan narasumber Avianto Amri, PhD dari PREDIKT.

Di webinar tersebut, Avianto menjelaskan bahwa kejadian bencana di Indonesia semakin sering terjadi, semakin parah dampaknya, dan semakin luas pula wilayahnya. Bukan hanya itu, ia juga mengatakan bahwa bencana di Indonesia semakin susah untuk diprediksi, maka semakin kompleks pula penanganannya.

Di Indonesia sendiri dikarenakan berbagai bencana yang terjadi dalam beberapa tahun belakang ini mengakibatkan tingginya kebutuhan dan mobilisasi pekerja kemanusiaan di masa darurat bencana. Karena tingginya kebutuhan dalam merekrut orang-orang dengan kompetensi yang sesuai, maka terdapat beberapa tantangan sekaligus peluang untuk kedepannya.

  1. Belum ada kerangka kerja yang jelas dalam menentukan kompetensi apa saja yang diperlukan untuk tiap profesi.
  2. Belum ada/belum banyak pendidikan tinggi yang menyediakan mata kuliah untuk mendalami profesi-profesi di penanggulangan bencana.
  3. Belum banyak lembaga penyedia pelatihan untuk berbagai penanggulangan bencana di Indonesia.
  4. Kurangnya pengembangan dan penerapan standar-standar di berbagai sektor penanggulangan bencana.
  5. Perlunya kolaborasi lebih kuat lagi antara dunia akademisi, dunia praktisi dan dunia pemangku kebijakan untuk pengembangan profesionalisme penanggulangan bencana di Indonesia.
  6. Akhirnya, banyak para pekerja kemanusiaan dan lembaga kemanusiaan melakukan learning by doing dalam mengaplikasikan program penanggulangan bencana di Indonesia. 

Sebenarnya sudah ada beberapa upaya untuk para pekerja kemanusiaan dalam memprofesionalkannya, seperti adanya pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana dan penyususnan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Penanggulangan Bencana (SKKNI). Selain itu, ada juga pengembangan berbagai model pelatihan dari MPBI, RedR Indonesia, Disaster Management Institute Indonesia-ACT, dan lain sebagainya. Namun, umumnya inisiatif-inisiatif tersebut tidak terdata dan tidak mudah untuk diakses informasinya oleh umum, terutama kepada orang-orang yang baru berkarir di kebencanaan. 

Dalam kesempatan webinar tersebut, Fauzan Muzaki dari NFDMC juga menjelaskan artificial intelligence (AI) dalam dunia kebencanaan. AI dalam dunia kebencanaan juga sangat diperlukan, karena AI bisa mempelajari banyak dimensi dalam waktu yang relatif cepat, sebagaimana yang dibutuhkan dalam bidang kebencanaan. Selain itu, AI juga bisa meminimalisir risiko dan anggaran untuk pekerjaan lapangan. Tentunya AI juga memudahkan pekerjaan saat di lapangan, misalnya saja saat memetakan luasan wilayah banjir.

Maka jika disimpulkan, baik AI dengan pekerja kemanusiaan adalah sama-sama akan berkembang kedepannya dan lebih pesat, serta kebutuhan juga semakin banyak. AI juga bisa menghadirkan solusi baru baik pekerja juga otomasi penyelesaian masalah. Baik manusia dan AI perlu dikenalkan lebih banyak lagi terhadap kebutuhan bencana. AI dan manusia perlu kolaborasi, namun yang masih perlu diingat bahwa manusia masih berada di atas teknologi.

Menarik bukan pembahasannya? Penasaran tidak Ngopi PB bakal bahas apa lagi Minggu depan? Yuk, ikutan setiap Rabu dan ikuti perkembangannya di Instagram @Yuksiagabencana @MPBI.Indonesia @pujionocentre @caribencana.id @predikt.id. (MA)

 

 

 

 

 

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar