Misteri di Balik Pulau Karimunjawa

Misteri di Balik Pulau Karimunjawa

Foto aerial Pulau Cemara Kecil Sumber : instagram/rnpratama

Kalau di artikel sebelumnya membahas tentang Pantai Menganti yang memiliki segudang jejak gunung purba. Serupa tapi tak sama, pulau Karimunjawa ternyata juga tumbuh di atas gunung api purba, lho.

Baca juga : PANTAI MENGANTI MENYIMPAN SEGUDANG JEJAK GUNUNG PURBA

 

Pulau Karimunjawa

Pulau Karimunjawa yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini merupakan kepulauan di tengah laut Jawa dengan luas 110.000 hektar. Selain itu, Pulau Karimunjawa ini juga terkenal dengan pasir putih dan kekayaan bawah lautnya. Tapi siapa sangka ternyata Pulau Karimunjawa ini tumbuh di atas gunung api gunung purba.

Hal ini dibuktikan dengan adanya alas berupa batuan beku basalt hingga andesit. Batuan beku basalt dan andesit ini merupakan hasil pembekuan magma gunung api hasil subduksi, sama halnya seperti batuan gunung api lainnya di Pulau Jawa. Selain itu, batuan beku dan andesit di Pulau Karimunjawa menunjukkan struktur kekar kolom atau biasa disebut dengan columnar joint. Columnar joint ini berbentuk seperti pilar dan terbentuk akibat adanya pendinginan magma di dekat permukaan bumi.

Nah, perlu kalian ketahui nih Sobat Disasterizen! Ternyata keberadaan Gunung Karimunjawa merupakan penyimpangan dari pembentukan gunung api di Pulau Jawa pada 6.5-1.8 juta tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh adanya proses pemekaran di belakang busur dan fenomena sobeknya (ruptured) lempeng Australia yang menunjam di bawah Pulau Jawa, sehingga meleleh dan menghasilkan magma, akibatnya muncullah gunung api jauh di belakang busur. Ternyata, fenomena ini juga berkaitan erat dengan munculnya gunung api di utara Pulau Jawa seperti Gunung Muria, Gunung Lasem, Gunung Genuk, dan Gunung Bawean.

Itu dari sisi ilmiahnya, beda lagi dengan sisi legendanya!

Legenda Pulau Karimunjawa

Kalau dilihat dari sisi legendanya, dimulai dari Sunan Muria yang prihatin dengan kenakalan putranya bernama Amir Hasan. Dengan maksud mendidik putranya, Sunan Muria memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria, hal ini bertujuan agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” itulah pulau tersebut dinamakan Pulau Karimun. (MA)

Sumber :  Kumparan.com

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar