Mentawai Lampau yang Destruktif

Mentawai Lampau yang Destruktif

Sobat Disasterizen, gempa Mentawai pada 2010 kemarin merupakan gempa yang paling destruktif dan kontroversial. Setelah gempa terjadi, BMKG sempat mencabut status siaga tsunami. Dan akhirnya, karena minimnya informasi, sarana, dan terpencilnya tempat kejadian, sekitar 20 desa rata dengan tanah, 448 jiwa melayang dan kurang lebih 100 orang lainnya terluka.

Tapi sebelum itu, ternyata gempa bukanlah mainan baru di kepulauan ini, loh. Siagabencana.com telah merangkum 2 gempa/tsunami lain yang pernah melanda kepulauan ini dari buku Menari Bersama Bumi: Belajar Kebencanaan dari Kepulauan Mentawai.

Apa saja itu?

Gempa Sumatera, 1797

Kedatangan armada VOC. Sumber: gahetna.nl.

Pada tanggal 10 Februari 1797, gempabumi sebesar 8.5 skala Mw melanda kepulauan ini. Ini adalah rangkaian pertama. Kala itu, Indonesia masih bernama Hindia Belanda dan masih dikuasai oleh kongsi dagang VOC.

Bahkan Padang, yang terletak di samping Kep. Mentawai, harus terkena imbasnya.

Kapal-kapal Inggris seberat kurang lebih 200 ton terdorong hingga sejauh 1 kilometer ke pedalaman Batang Aru. Perahu-perahu kecil juga dihanyutkan hingga 1.8 kilometer ke hulu sungai. Di Air Manis, seluruh wilayahnya tergenangi air. Mayat-mayat warga yang memanjat pohon untuk menghindari gelombang ditemukan keesokan harinya di cabang-cabang pohon. Jumlah korban di Air Manis tercatat jauh lebih banyak dari Padang yang hanya berjumlah 2 korban jiwa.

Saking dahsyatnya, gelombang tsunami ini terasa hingga Kepulauan Batu!

Gempa Sumatera, 1833.

36 tahun setelahnya, gempa dan tsunami terjadi lagi pada 25 November 1833. Kali ini, kekuatannya sekitar 8.8-9.2 mw. Sekitar pukul 10 malam, segmen mega-thrust Sunda di bagian barat Pulau Sumatera pecah sehingga mengakibatkan gempa yang disusul oleh tsunami.

Setelah gempabumi, pecahlah tsunami dahsyat yang menerjang pesisir barat pantai Sumatera hingga Bengkulu. Bahkan, menurut paper Far Field Tsunami Hazard form Mega-Thrust Earthquakes in the Indian Ocean karya Emily Oakal dari Northwestern University, tsunami ini mengakibatkan kerusakan parah di beberapa negara tetangga seperti Maladewa, Sri Lanka, bahkan hingga Australia bagian utara.

Sayangnya, bencana ini tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kurang diketahui berapa jumlah korban jiwa yang ditimbulkan. (RG)

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar