Mengenal Sekilas Sesar Seulimeum

Mengenal Sekilas Sesar Seulimeum

Adakah Sobat Disasterizen yang tinggal di Aceh? Kemarin, 5 Desember 2019, wilayah Aceh Besar telah diguncang oleh gempa tektonik dengan kekuatan M 5,5 yang dimutakhirkan menjadi M 5,0 oleh BMKG. Apakah diantara kalian ada yang merasakannya?

Gempa tersebut pusatnya berada di koordinat 5,21 LU dan 95,79 BT, tepatnya di darat pada jarak 22 km arah tenggara Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar pada kedalaman 10 km. Dampak gempa dirasakan di daerah Sukamakmur Aceh Besar, Pidie, Peukan Banda Aceh, Aceh Jaya, Mata Ie dalam skala intensitas II-III MMI.

Kalian perlu tahu nih! Gempa tersebut disebabkan oleh Sesar Besar Sumatra, yang mana tepatnya pada Sesar Segmen Seulimeum. Sesar Seulimeum ini berada di jalur sebelah timur yang melewati lereng barat Gunung Seulawah Agam ke utara membelah Pulau Weh.

Gempa Aceh Besar ini sangat menarik dikaji Sobat Disasterizen, karena terjadi di zona Sesar Segmen Seulimeum yang sudah sekian lama tidak terjadi gempa. Catatan terakhir bahwa di zona ini pernah terjadi gempa pada tahun 1964 berkekuatan M 6,5 dan pada tahun 1967 berkekuatan M 6,8. Segmen Sesar Seulimeum ini memiliki magnitudo tertarget mencapai M 6,9 dengan laju pergeseran sesar 7,0 mm per tahun. Sesar aktif ini patut untuk diwaspadai.

Baca juga : “KULKUL” EARLY WARNING SYSTEM MASYARAKAT BALI

Sesar Utama Sumatra

Sebenarnya jalur utama sistem Sesar Sumatra di wilayah selatan Aceh melingkupi segmen Sesar Tripa, Sesar Aceh, Sesar Batee, dan Sesar Seulimeum. Sesar Tripa membelah wilayah pegunungan Aceh dari lembah alas di Provinsi Sumatra Utara.  Di wilayah Aceh ada Sesar Batee yang membentang mulai dari wilayah pantai barat ke arah utara menjadi batas tektonik antara sisi barat pegunungan dengan dataran luas, dan terus menyatu dengan Sesar Aceh.

Jalur utama Sesar Sumatra terbagi dua, menjadi Sesar Aceh segmen utara yang melewati bagian barat wilayah Kota Banda Aceh dan Sesar Seulimeum di sebelah timurnya yang melewati lereng barat Gunung Seulawah Agam ke utara membelah Pulau Weh. (MA)

Sumber : Daryono (Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG) & PuSGeN

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar