Kuy Dateng Ke International Symposium on the Lessons Learnt from the 2018 Tsunamis in Palu and Sunda Strait

Kuy Dateng Ke International Symposium on the Lessons Learnt from the 2018 Tsunamis in Palu and Sunda Strait

Pada 2018 lalu, negara kita Indonesia diterjang dua tsunami. Tsunami yang pertama terjadi di Pulau Sulawesi, Palu dan Donggala pada 28 Desember 2018, setelah gempabumi berkekuatan 7,5 mengguncang. Yang kedua terjadi tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018. Ini terjadi setelah letusan dan runtuhnya sebagian Gunung Anak Krakatau.

Setelah tsunami menerjang Palu dan Donggala, Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC)-UNESCO, bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Kelautan mengkoordinasikan peninjauan pasca tsunami oleh International Tsunami Survey Teams (ITST).

Peninjauan secara nasional ini, dimaksudkan untuk pemahaman karakteristik dan dampak tsunami, serta diperuntukkan kepada Pemerintah Indonesia agar meningkatkan praktik manajemen risiko tsunami.

Baca juga : KUY MENGENAL SESAR

Dalam peringatan satu tahun tsunami Palu dan Donggala, Coordinating Ministry for Maritime Affairs (CMMA), Ministry of Research, Technology, and Higher Education (MORTHE), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Indian Ocean Tsunami Information Centre (IOTIC), sekretariat ICG / IOTWMS dari UNESCO-IOC dan Indian Ocean Rim Association  (IORA), didukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Indonesian Tsunami Experts Association (IATSi) akan mengadakan International Symposium on the Lessons Learnt from the 2018 Tsunamis in Palu and Sunda Strait pada 26-28 September 2019, Auditorium BMKG, Jakarta-Indonesia.

Siapa yang Harus Hadir?

  • Kementerian dan Lembaga Non-Kementerian yang terlibat dalam kebencanaan tsunami atau peringatan dini tsunami.
  • Perwakilan agensi manajemen kebencanaan dan pusat peringatan dini tsunami.
  • Akademisi, peneliti, insiyur, dan mahasiswa.
  • Organisasi masyarakat, Organisasi Non-Pemerintah, dan media/jurnalis.
  • Perwakilan industri yang terkait dengan asuransi, sistem peringatan dini, dan lain sebagainya.

Siapa Saja Pembicaranya?

  • Kementerian Koordinator Bidang Kelautan
  • Ketua UNESCO-IOC/ICG/IOTWMS
  • Perwakilan IORA
  • Ahli peringatan dini dan pengurangan risiko tsunami dari USA, Eropa, Samudera Hindia.

Tuh kan, udah deh ini bakal seru banget! Langsung aja yuk daftar ke www.ioc-tsunami.org/Palu-Symposium atau untuk informasi lebih lanjurnya email ke vrilna@yahoo.com. (MA)

Sumber : www.ioc-tsunami.org

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar