Kota ini Menghilang Selama 1.600 Tahun Karena Letusan Gunungapi

Kota ini Menghilang Selama 1.600 Tahun Karena Letusan Gunungapi

Ilustrasi letusan Gunung Vesuvius. Sumber: Zero One Animation & Melbourne Museum.

Sobat Disasterizen, pada tahun 79 M, sebuah gunungapi di Napoli, Italia, yang bernama Gunung Vesuvius meletus dan letusannya dianggap para sejarahwan menjadi letusan yang paling berbahaya dalam sejarah umat manusia. Hasilnya, Pompeii, sebuah kota pelabuhan, hancur lebur tanpa sisa, dan terbenam ke dalam bumi hingga 1.600 tahun!

Awal

Pada bulan Februari, tahun 62 M, atau 17 tahun sebelum kejadian, Pompeii dilanda gempa yang berkekuatan kira-kira 5-6 dan memiliki intensitas maksimum IX atau X pada skala intensitas Mercalli.

Skala Mercalli adalah skala yang mengukur efek dari gempa, yang dihitung dari kerusakan bangunan, jumlah korban jiwa, dan kerusakan lingkungan. Skala paling rendah adalah I (tidak terasa), dan yang tertinggi adalah XII (kerusakan total).

Seneca Muda, seorang filsuf dan negarawan pada saat itu melaporkan kejadian ini dalam bukunya, Naturales Quaestiones dengan judul De Terrae Motu (Gempa-gempa yang Mengkhawatirkan) sebagai, “600 kawanan domba mati karena gas beracun”.

Selain kota Pompeii, gempa ini juga menghancurkan kota yang di sampingnya, yaitu Herculaneum. Walaupun Herculaneum adalah kota yang lebih kecil, namun ia lebih kaya dan memiliki sumber daya yang lebih banyak daripada Pompeii.

24 Agustus 79 

Gunung Vesuvius mulai meletus sejak pukul 8 pagi. Getaran bisa dirasakan hingga kota Pompeii yang berjarak kurang lebih 8 kilometer (6 mil) dari Gunung Vesuvius.

Caius Plinius Caecilius Secundus, atau yang lebih dikenal di buku-buku sejarah dengan Plinius Muda, menulis surat yang menjelaskan tentang kejadian ini. Plinius Muda, yang waktu itu berusia 17 tahun, tinggal bersama ayahnya (sebagian berpendapat dia adalah pamannya) Gaius Plinius Secundus atau Plinius Tua.

“Lembaran api yang luas menerangi banyak bagian (Gunung –red) Vesuvius; cahaya kecerahan mereka lebih jelas daripada kegelapan malam … Sekarang cahaya di tempat lain di dunia, tapi di sana kegelapan lebih gelap dan lebih tebal daripada malam apapun”.

Efek letusan

Gunung Vesuvius meletus hingga kurang lebih setinggi 12 mil alias 2 kali nya Gunung Everest, kemudian menimbun Pompeii dan menguburnya sedalam 4 meter. 

Setelah itu, beberapa jam kemudian, wedus gembel yang bertemperatur kurang lebih 704 derajat celcius turun dengan kecepatan 112 kilometer per-jam. Letusan yang terus menerus terjadi selama 24 jam ini memakan korban sebanyak kurang lebih 2.000 jiwa.

Salah satu yang meninggal adalah Plinius Tua. Pada waktu kejadian, Plinius Muda berada di kota Misenum, sekitar 13 kilometer dari Pompeii. 

Para penduduk yang tidak sempat menyelamatkan diri pun harus berhadapan dengan angin panas sebesar 700 derajat celcius dan tewas seketika di tempat. Tubuh mereka sekarang diabadikan oleh pemerintah Italia sebagai potret kehidupan sejarah manusia pada abad-abad awal masehi. (RG)

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar