Kearifan Lokal Suku Dayak Membungkam Karhutla

Kearifan Lokal Suku Dayak Membungkam Karhutla

Salah satu adat dari Indonesia, yaitu suku Dayak. Sumber: adira.co.id

Saat ini Indonesia mengalami berbagai kebakaran hutan dan menyebabkan terjadinya kabut asap dimana-mana. Kabut asap yang terjadi disebabkan oleh banyak faktor gengs! Diantaranya adalah kebakaran hutan, polusi kendaraan bermotor, pabrik, letusan gunung berapi, pembakaran sampah rumah tangga dan yang paling dominan adalah kebakaran hutan.

Dalam menghadapi kebakaran hutan ini, ternyata kearifan lokal Indonesia bisa lho menjadi penanganan kabut asap. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Suku Dayak ini! Suku Dayak merupakan orang asli Etnis Melayu di Kalimantan, Indonesia.

Disasterizen, mayoritas masyarakat Dayak ini mempraktikan kehidupan tradisional untuk pencegahan terjadinya kebakaran hutan, lho. Mereka melakukan pertanian menetap dengan melakukan penebangan kayu secara bergantian di beberapa lahan.

Pada saat berladang yang diutamakan adalah bekas ladang sebelumnya yang sudah dibiarkan menjadi hutan kembali yang disebut jekau, dengan selang waktu selama kurang lebih 8-9 tahun. Bekas ladang yang baru satu tahun tidak digunakan lagi disebut bekan.

Sementara itu, lahan jekau merupakan wilayah yang akan dijadikan ladang harus memiliki persyaratan khusus, misalnya: daun-daunan harus ada daun benaung atau pohon kayu harus sebesar daun pisang.

Baca juga : HUBUNGAN TSUNAMI SELATAN JAWA DENGAN MITOS NYI RORO KIDUL

Di saat proses pembakaran ladang, sebelumnya dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan pengamanan di sekitar ladang yang akan dibakar. Seperti, membersihkan lahan di sekeliling lahan dari dahan, ranting, daun dengan lebar kurang lebih satu meter, dengan tujuan agar api tidak merambat ke hutan.

Cara pembakaran dilakukan dengan mempelajari arah angin yang bertiup di ladang tersebut. Pembakaran harus dilakukan secara serentak oleh orang-orang yang memiliki ladang berdekatan secara serentak sehingga semua ladang habis terbakar dan api tidak merambat kemana-mana. Pasca pembakaran, aktivitas masyarakat lainnya adalah: membakar sisa (mekup), menanam padi (menugan), senguyun (gotong royong), pulun (lipat gulungan), merumput (mabau), memanen dan lain sebagainya.

Tuh kan! Kearifan lokal yang dimiliki Indonesia ini memang bisa menyelamatkan bumi kita ini. Makanya jangan pernah remehkan kebudayaan dan tradisi kita ini. Buktinya saja salah satu kearifan lokal dari suku Dayak, bisa mengurangi terjadinya kebakaran hutan. Ya kali nggak kuy dalam melestarikan kearifan lokal ini! (MA)

Sumber : Rokhiman Muryanti Jurnal (2016)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar