Heboh Dentuman di Langit Jateng, BMKG: Bukan Gempa

Heboh Dentuman di Langit Jateng, BMKG: Bukan Gempa

Via _yandriano/Instagram

Sobat Disasterizen, pada Senin (11/5) silam, warga Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dihebohkan dengan adanya suara dentuman di langit. Dari situ, mulai banyak teori-teori yang dikaitkan terhadap dentuman yang terjadi sekitar dini hari tersebut.

Lalu, bagaimana penjelasan yang sebenarnya? Apa yang terjadi?

Bukan Gempa

Menurut Kabid Mitigasi Gempa BMKG Daryono, dentuman tersebut bukanlah berasal dari gempa bumi. Melalui akun Instagramnya, Pak Dar menginformasikan kepada 1.400 followers beliau bahwa "tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi."

Walaupun gempa bumi sering mengeluarkan suara dentuman seperti yang terjadi di Bantul pada 2006 silam, Pak Dar pastikan kalau penyebab kalau dentuman di langit Jateng, Senin (11/5) benar-benar bukan karena aktivitas gempa tektonik. Hal itu, menurut Daryono, pernah terjadi di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, 17 Februari 2014.

"Setelah dilakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah, hasilnya menunjukkan tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Jawa Tengah," tulis Pak Dar di kolom caption.

"Sehingga kami memastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik, karena jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan, dan jika itu terjadi maka akan tercatat oleh sensor gempa," lanjut peneliti BMKG lulusan S3 di bidang Ilmu Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) 2006 silam.

"Saat ini BMKG mengoperasikan lebih dari 22 sensor gempa dengan sebaran yang merata di Jawa Tengah. Sehingga jika terjadi gempa di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya maka dipastikan gempa tersebut akan terekam, selanjutnya diproses untuk kami tentukan magnitudo dan lokasi titik episenternya untuk diinformasikan kepada masyarakat," tukas beliau.

Kemungkinan Lain

Lalu, apa dong jawabannya? Menurut Pak Dar, mungkin saja ini terjadi karena ada perubahan posisi batuan. Tulis beliau, "Kemungkinan lain berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif, dalam hal ini ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan."

Selain itu, bisa jadi dentuman disebabkan oleh fenomena sonic boom. "Sonic boom ini merupakan shock waves atau gelombang kejut dari pesawat jet. Jadi ketika pesawat jet ini melebihi kecepatan suara maupun aktivitas vulkanik maka akan memicu suara seperti itu," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie, sebagaimana dilansir dari detikcom, Senin (11/5) silam. (RG) 

Dipost Oleh Rafly Gilang

Rafly Gilang adalah seorang penulis yang berkecimpung di bidang penanggulangan bencana, politik, agama, keadilan, dan isu-isu sosial lainnya. Selain di website ini, Rafly juga menulis di website pribadinya yang bisa diakses di bookofrafly.com. Rafly bisa dikontak melalui email rafly@bookofrafly.com atau via Twitter @raflyrolls.

Tinggalkan Komentar