HARDIKNAS Sebagai Upaya Mengintegrasikan Muatan Lokal Pendidikan Bencana

HARDIKNAS Sebagai Upaya Mengintegrasikan Muatan Lokal Pendidikan Bencana

 

Hai, Disasterizen! Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional. Nah, siagabencana.com mempersembahkan artikel pentingnya pendidikan kesiapsiagaan bencana untuk anak Indonesia. Fakta menunjukkan korban jiwa dalam suatu bencana lebih banyak terjadi pada anak-anak karena kemampuan mereka menyelamatkan diri, dan pengalaman terhadap bencana yang minim.

Anak-anak adalah pihak yang paling perlu mendapatkan pengetahuan kebencanaan. Setidaknya, mereka mampu menyelamatkan diri. Oleh karena itu, sangat diperlukan edukasi dan kesiapsiagaan sejak dini. Seperti filosofi yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, "Setiap Orang Adalah Guru dan Setiap Tempat Adalah Sekolah". Semoga kita semua bisa berperan sebagai guru kesiapsiagaan bencana di semua tempat di Indonesia.

Tetapi, sebelumnya kamu tahu tidak kalau mata pelajaran kamu di sekolah bisa dihubungkan dengan materi kebencanaan?

United Nation International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), badan khusus PBB untuk persoalan kebencanaan bisa dijadikan acuan terkait pendidikan kesiapsiagaan bencana untuk Indonesia, lho! Yuk simak! 

UNISDR

Pada tahun 2008 lalu, UNISDR mempublikasikan jurnal yang berjudul Disaster Prevention for Schools, Guidance for Education Sector Decision-Makers. Dalam jurnal tersebut, menjelaskan bagaimana sekolah memiliki peran penting dalam segala penanganan kebencanaan. Tetapi, bukan hanya untuk para murid saja, para guru, orang tua murid, masyarakat yang tinggal di sekitarnya juga selalu meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi bencana.  

Serta, sekolah perlu merancang materi terkait dalam kebencanaan dan memasukannya ke dalam berbagai mata pelajaran. Contohnya saja seperti dibawah ini!

Bahasa

 

Dalam pelajaran bahasa, sekolah bisa menyelipkan materi tentang kesiapsiagaan terhadap bencana lewat tugas membaca artikel, berita atau apapun dan menulis. Dengan ini, guru harus membimbing agar murid bisa memahami, membaca, dan menulis secara kritis serta dapat memisahkan antara mitos dan fakta tentang bencana. 

Geografi

 

Geografi pada dasarnya sudah mempelajari tentang bumi dan ada bumbu tentang kebencanaan. Makanya, murid bisa banget diajarkan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana serta mengenali daerah tempat tinggalnya sendiri melalui pelajaran Geografi. 

Matematika

 

Wah, ternyata matematika bisa lho dihubungkan dengan materi kebencanaan. Gimana tuh caranya? Bisa dengan menyampaikan lewat soal cerita yang berkaitan dengan kasus-kasus kebencanaan. Contohnya nih, murid disuruh menghitung jumlah persediaan makanan yang dibutuhkan untuk evakuasi bencana alam, jumlah obat-obatan, dan lain sebagainya yang sesuai dengan tingkat pendidikan murid. 

IPA

 

Kalau pelajaran IPA sih memang sudah tidak diragukan lagi ya dalam mempelajari tentang kebencanaan? Tetapi, dalam memberikan materi kesiapsiagaan jarang terjadi. Dalam pelajaran IPA, guru bisa mengajak murid dalam membuat prakarya ilmiah terkait bencana seperti simulasi letusan gunung api, tsunami, bangunan tahan gempa dengan bahan ringan dan aman. Melalui ini, murid akan mudah mengerti dan juga belajar terasa lebih menyenangkan. 

IPS

 

Di pelajaran IPS, murid bisa diarahkan mengenal sejarah bencana di berbagai tempat, termasuk wilayah tempat tinggalnya. Akan tetapi, guru harus membimbing agar murid tidak hanya fokus pada kegiatan bencana, tetapi pada usaha pemulihan kehidupan sosial-ekonomi pasca bencana. 

Kesenian

 

Jangan salah kalau kesenian bisa untuk belajar tentang kesiapsiagaan terhadap bencana. Misalkan saja pada murid diarahkan untuk menonton film, bermain teater, membuat lukisan dan karya lainnya dengan tema kebencanaan. 

Ekstrakurikuler

 

Last but not least, yang satu ini adalah pelajaran tambahan di luar kelas. Bisa banget nih, murid bisa menambah wawasan kesiapsiagaan lewat simulasi gempabumi, evakuasi tsunami, latihan membangun tenda dan lokasi pengungsian atau latihan pertolongan pertama dengan bimbingan para guru. Misalkan saja seperti ekstrakulikuler KRI (Kelompok Ilmiah Remaja) yang membuat alat-alat ilmiah. (MA)

 Sumber : KBR.id

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar