Gempa Pertama di Dunia

Gempa Pertama di Dunia

FOTO : Istimewa

Pernah nggak Sobat Preparizen berpikir, kira-kira gempabumi pertama kali terjadi kapan sih? Bisakah kamu menebaknya? Keep scrolling untuk menemukan jawwabannya!

Gempabumi adalah bencaan alam geologi yang telah berlangsung sejak lama, meski studi ilmiah tentang bencana ini relatif baru. Dalam perspektif islam, gempa berkaitan dengan tanda-tanda kekuasaan Sang Pencipta, khususnya menjelang Hari Akhir. 

464 Sebelum Masehi

Nampaknya, gempa masif pertama yang tercatat dalam sejarah terjadi di Yunani Kuno pada 464 sebelum Masehi (SM). Hal ini dirangkum dalam buku Encyclopedia of Earthquake and Volcanoes (2007).

Gempa pada saat itu terjadi intesitasnya diperkirakan mencapai 7,2 SR. Saat itu, gempa menimbulkan jumlah korban tewas yang diprediksi sebanyak 20 ribu jiwa. Musibah ini ikut mengubah jalannya sejarah Yunani Kuno yang diwarnai rivalitas antara dua negara-kota, Sparta, dan Athena. 

Kehidupan masyarakat militeristik Sparta runtuh seketika saat itu. Oleh karena itu, Athena dapat dengan leluasa mendudukinya. Bahkan, bangsa Helot yang sebelumnya menjadi budak Sparta memberontak terhadap tuannya. Sparta dan sekutu-sekutunya baru bisa bangkit sesudah Perang Peloponnesos pada 431-404 SM. 

1177 Sebelum Masehi 

Sedangkan menurut informasi Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa paling awal diketahui terjadi pada 1177 SM yang terjadi di China. Hal ini diketahui dari katalog gempa China yang memberikan gambaran beberapa lusin gempabumi besar di China selama beberapa tahun berikutnya. 

Gempa tersebut terjadi di Eropa pada awal 580 SM, tetapi menurut informasi deskriptif USGSm gempa di wilayah tersebut terjadi pada pertengahan abad ke-16. Sementara itu, di wilayah Amerika sendiri, gempa paling awal terjadi di Mesiko pada akhir abad ke-14 di Peru pada tahun 1471. Laporan mengenai peristiwa gempa ini baru dipublikasikan dengan baik pada abad ke-17. 

Seismograf Pertama

Alat pendeteksi gempabumi ditemukan oleh ilmuwan China, Zhang Heng (Chang Heng), untuk pertama kalinya pada 132 M. Alat ini berbentuk guci besar dengan bagian luarnya terdapat kepala naga yang menghadap ke delapan arah utama kompas. Di setiap kepala naga ada katak dengan mulut terbuka ke arah naga. Ketika gempabumi terjadi, satu atau lebih mulut naga tersebut akan melepaskan l=bola ke mulut katak yang ada di bawahnya. Arah guncangan diketahui dari naga yang melepaskan bolanya. Alat ini dilaporkan telah mendeteksi gempa sejauh 400 ml yang tidak terasa di lokasi seismograf. Dulunya alat ini lebih dikenal dengan seismometer atau seismoskop. 

Seismometer digunakan untuk mengukur gerakan tanah akibat gelombang seismik yang memancar dari gempabumi, letusan gunung berapi, atau ledakan dahsyat. Melansir ZME Science, alat temuan Zhang Heng tersebut dikatakan sangat akurat dan dapat mendeteksi gempabumi dari jauh, serta tidak bergantung pada guncangan atau pergerakan di lokasi penempatan alat.  (MA)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar