FAQ - Banjir

FAQ - Banjir

Jumlah curah hujan seperti apa yang dapat menyebabkan berbagai jenis banjir tersebut?

Jumlah curah hujan ada perhitungannya secara internasional di rainfall observation code dan bisa diakses juga National Digital Forcast (NDF) yang diatur oleh World Meteorogy Organization (WMO).

Bagaimana aspek sosial dan kebijakan mempengaruhi dan jadi penyebab banjir?

Aspek kebijakan banyak yang bisa dilakukan seperti mengatur tata ruang dan fungsi lahan, juga memberikan standar pada infrastuktur publik untuk mampu bertahan dalam menghadapi kondisi iklim yang terjadi dalam siklus 100 tahun (sistem hidrolik atau suatu sistem/ peralatan yang bekerja berdasarkan sifat dan potensi/ kemampuan yang ada pada zat cair.

Apakah tempat yang terkena banjir bandang sama sekali tidak bisa ditinggali lagi?

Kejadian yang berulang di satu tempat sangat mungkin terjadi. Namun bisa kembali ke aspek hidrometeorologis dan kapasitas geografis yang ada di wilayah tersebut.

Informasi apa saja yang disediakan BMKG dalam PRB banjir? Bagaimana alur informasinya agar sampai ke masyarakat?

Prakiraan cuaca yang selalu mutrakhir melalui aplikasi InfoBMKG dan web BMKG. Ada pula grup whatsapp InfoBMKG yang memproduksi dan mendiseminasikan informasi terkait kondisi cuaca terkini, bidang Produksi Informasi juga seringkali membuat factsheet yang diteruskan ke media untuk disebarluaskan.

Bagaimana langkah-langkah penanganan wilayah hulu dan hilir agar tidak terjadi lagi banjir bandang?

Meningkatkan kapasitas infiltrasi atau daya serap tanah yang banyak dilakukan oleh akar-akar pohon, membuat lubang biopori (lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air) untuk mempercepat air tanah masuk, dan sebagainya. BMKG tidak punya wewenang untuk melakukan campur tangan tersebut ke dinas/ lembaga yang terkait langsung dengan pengelolaan tata guna lahan dan lingkungan hidup. Standar asrsitektur infrastruktur publik yang juga harus memiliki sistem hidrolik atau yang mampu bertahan menghadapi kondisi ekstrim pada siklus 100 tahun.

Serta, saran dan rekomendasi yang disampaikan, untuk menjadi perhatian Pemda adalah memperbaiki kualitas lingkungan, membuat desain antisipasi banjir dengan lebih baik dan pembangunan tanggul dan bendungan penting mempertimbangkan perkiraan potensi banjir yang ekstrem. Desain bendungan dan tanggul saat ini Hanya menampung periode kala ulangnya 5 tahun sekali, Sementara banjir Sentani yang terjadi kemarin adalah curah hujan ekstrem dengan curah hujan 240 mm perhari yang terjadi 1 kali dalam periode diatas 50 tahun. Maka seharusnya pembangunan infrastruktur juga harus bisa mendesain dan menanggulangi kejadian ekstrem yang paling ekstrem dan sangat jarang.

 

 

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar