Cerita Di Balik Indahnya Danau Ranau

Cerita Di Balik Indahnya Danau Ranau

Sumber : Google

Tak heran jika Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki segudang keindahan di dalamnya. Hal ini ditunjukkan dengan terdapatnya danau cantik dan besar yang tersebar di seluruh Indonesia. Tapi Sobat Disasterizen pernah kebayang nggak sih, kalau danau yang cantik dan besar tersebut ternyata hasil dari terjadinya bencana alam? Nyatanya, ada sebagian danau lahir akibat dari letusan gunung api. Salah satu contohnya adalah Danau Ranau.

Danau Ranau adalah danau terbesar ke dua setelah Danau Toba yang terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan.

Baca juga : MENGULIK SEJARAH LAHIRNYA DANAU TOBA

Danau Ranau adalah salah satu jejak kedahsyatan vulkanik di pulau Sumatra. Danau Ranau yang memiliki luas 127 kilometer persegi tersebut adalah hasil letusan dari Gunung Ranau. Letusan dahsyat Gunung Ranau terjadi sekitar 55.000 tahun yang lalu dan menyemburkan 150 kilometer kubik rempah vulkanik. Endapan aliran awan panas dan material yang berjatuhan setebal ratusan meter menyelimuti area seluas 140 kilometer persegi.

Alessandro Tibaldi dari Departemen Ilmu Geologi dan Geoteknologi, Universitas Milan-Bicocca, Italia, dalam Volcanism in Reverse and Strike-Slip Fault Settings (2010) menjelaskan, tumbuhnya Danau Ranau bermula dari terbentuknya cekungan akibat sesar pisah tarik (pull-apart fault). Dalam cekungan berukuran 12 km x 16,5 km ini, gunung api dan panas bumi bermunculan. Proses ini diikuti perkembangan kaldera-kaldera kecil. Peningkatan aktivitas vulkanik ini kemudian memperluas kaldera hingga ke bentuk seperti sekarang.

Pada tahun 1992 ahli limnologi (ilmu perairan darat) dari LIPI dan Finlandia mengadakan penelitian bersama di Danau Ranau. Hasilnya antara lain memberikan gambaran tentang kondisi air pada kedalaman 70 meter lebih yang sudah tidak mengandung oksigen. Pada kedalaman tersebut, airnya sudah beracun karena mengandung belerang.

Pada musim hujan, ketika suhu permukaan turun maka dapat terjadi pengadukan air secara vertikal sehingga menyebabkan naiknya air dari dasar danau yang beracun ke permukaan sehingga mengakibatkan ikan-ikan di permukaan mati. Fenomena matinya ikan-ikan di Danau Ranau sudah beberapa kali terjadi, antara lain pada 1962, 1993, 1995, 1998, dan 2011. (MA)

Sumber : Kompas.com

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar