Bingung Liburan Kemana Main ke Suoh Aja

Bingung Liburan Kemana Main ke Suoh Aja

Via Lampung Post

 

Ingin melepas penat? Coba main ke kawasan wisata geothermal di Gunung Suoh. Gunung api yang memiliki ketinggian 1.000 meter ini terletak di wilayah Lampung Barat. Ada empat danau yang terbentuk alami di Suoh; Danau Asam, Danau Minyak, Danau Belibis, dan Danau Lebar Suoh. Selain itu, ada juga penampakan lapisan kerak yang disebut dengan 'keramikan.' Masyarakat setempat percaya kalau fenomena 'kerak ketel uap panas' ini berlapis-lapis dan bertambah luas. Di bawah hamparan yang mengeras seperti menyimpan sumber air panas yang tak pernah habis. Air panas meletup-letup, ada yang berukuran besar membentuk kubangan, dan ada yang kecil yang mengalirkan air hangat.

 

Tapi ternyata, keindahan ini tidak tercipta dengan cuma-cuma. 

 

Gempa 1933 & 1994

 

Pada tahun 1933, gempa yang disusul oleh letusan gunung api yang tidak berkesudahan melanda daerah ini. Geolog asal Belanda, Ch. E. Stehn, datang ke Suoh pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 1933. Ia ditugaskan Pemerintah Hindia Belanda untuk meneliti petaka itu. Laporan lapangan Stehn lalu dikutip Newhall pada jurnal terbitan United States Geological Survey (USGS) edisi Historical Unrest at Large Calderas of the World, Volume 1 tahun 1988.

 

Seperti yang dilansir oleh Kompas, Stehn menyebutkan, sekitar 13 jam setelah gempa, tanah-tanah di Suoh yang rekah mulai melontarkan air panas. Fenomena ini dikenal juga dengan sebutan letusan freatik, yaitu ketika masuknya air ke kantong magma memicu sebuah letusan. Tercatat pada 10 Juli 1933 (14 hari setelah gempa terjadi letusan freatik besar di Suoh), letusan membentuk dua kawah dan menghancurkan area dalam radius 10 kilometer dari pusat letusan.

 

Ketika gempa besar kembali mengguncang wilayah ini pada 1994, warga Suoh memilih untuk bertahan. Beberapa danau air panas di Suoh mengeluarkan bau belerang menyengat, persis seperti kejadian pada tahun 1933. Namun, untungnya letusan freatik tidak terjadi. ”Ada satu keluarga yang belum ditemukan sampai sekarang karena rumah mereka terkena longsoran bukit saat gempa,” kata Suparman (45), warga Sumber Agung, Suoh, dilansir oleh Kompas. ”Jalan ke desa kami putus. Korban luka lambat ditangani. Bantuan dari luar dikirim melalui helikopter.”

 

Keramikan & Suoh hari ini

 

Kalau sobat Disasterizen penasaran dengan keindahannya, jangan lupa juga untuk mengunjungi wilayah Keramikan. Setelah melintasi padang rumput dan keempat danau, Sobat akan menemukan hamparan lapisan kerak yang mengeras. 

 

“Harus hati-hati kalau menginjak kawasan Keramikan,” sahut Ajar, salah seorang Masyarakat Mitra Polhut Resor Suoh, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. “Tapi banyak yang melanggar dan datang sendiri tanpa hati-hati,” imbuhnya.

 

Hari ini, walaupun masih minim pengelolaan, Suoh menjadi daratan yang subur. Suoh, lembah permai pada ketinggian 800 meter yang tersembunyi, merupakan rumah bagi lebih dari 42.000 jiwa. Penasaran dengan keindahannya? Langsung kunjungi Lampung Barat, ya! (RG)

Dipost Oleh Rafly Gilang

Rafly Gilang adalah seorang penulis yang berkecimpung di bidang penanggulangan bencana, politik, agama, keadilan, dan isu-isu sosial lainnya. Selain di website ini, Rafly juga menulis di website pribadinya yang bisa diakses di bookofrafly.com. Rafly bisa dikontak melalui email rafly@bookofrafly.com atau via Twitter @raflyrolls.

Tinggalkan Komentar