Aplikasi Pencipta Solusi Ancaman Bencana Di Bandung

Aplikasi Pencipta Solusi Ancaman Bencana Di Bandung

Sumber : U-Inspire

Kemarin, 19-20 Oktober 2019, U-Inspire Indonesia bekerjasama dengan UNICEF Indonesia telah menyelenggarakan Shape For Better Community dan telah menghadirkan sosok juara! Kalau sebelumnya kamu tidak tahu Shape For Better Community itu apa, baca dahulu disini!

Baca juga : MISTERI TENGGELAMNYA PULAU BERSADI

Kira-kira yang juara siapa saja ya?

Jadi setelah ada proses seleksi, peserta mengikuti serangkaian acara di Bandung dan kemudian membuat aplikasi selama 24 jam. Juga atas beberapa pertimbangan dan penilaian dari hasil akhir, maka terpilihlah tiga karya terbaik. Mereka ini adalah Tim Ci-Situ, Tim Sarijadi Troops, dan Tim Geovetsuko.

Juara pertama diraih oleh Tim Ci-Situ dengan aplikasi yang bernama GIFA. Aplikasi GIFA ini menggunakan OpenDataKit (ODK) Collect untuk membangun sistem data menajemen melaporkan rute, titik, dan bangunan berdasarkan lokasi. Sistem ini akan digunakan untuk tujuan kemanusiaan dan infrastruktur. GIFA dapat mensimulasikan rute evakuasi dan menggambarkan data agar lebih mudah dipahami masyarakat umum. Keren banget bukan?

Sumber : U-Inspire

Juara kedua dipegang oleh Tim Sarijadi Troops! Sarijadi Troops mengembangkan konsep HEPI, yang mana memanfaatkan keikutsertaan dari komunitas dalam mengumpulkan data. Menggunakan data hasil pengumpulan tersebut, tim mengembangkan sistem peringatan dini berdasarkan data ketinggian air dan wilayah genangan secara nyata serta prediksi. Tim ini juga mengembangkan aplikasi yang bisa diakses melalui telepon selular, agar rendah biaya dan juga dapat memberikan informasi lebih mudah.

Nah, juara ketiganya diperoleh dari Tim Geovetsuko. Untuk menyelesaikan masalah di daerah  Baleendah dan Andir, tim Geovetsuko menawarkan solusi dengan menggunakan platform yang dikembangkan oleh ESRI yaitu ArcGIS online. Platform ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan keikutsertaan dari komunitas lokal di Baleendah dan Andir. Dan juga dapat bermanfaat bagi BPBD Propinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung pada saat masa tanggap darurat.

Hasil aplikasi ini adalah story maps yang dapat menggambarkan informasi risiko bencana dengan lebih menarik. Selain itu, mereka juga mengembangkan aplikasi LAPOR! Baleendah (berdasarkan data), InstantBela (pemetaan berbasis sosial media), Baleendah Tangguh (aplikasi pemetaan risiko bencana berbasis web), dan Monitor Baleendah (aplikasi untuk emergency response), yang seluruh aplikasi tersebut tergabung ke dalam story maps yang dikembangkan oleh tim ini. 

Penghargaan The Best Future Potential diterima oleh tim Geodis-Tech. Tim ini mencoba mengembangkan aplikasi dengan menggambungkan data sosial media untuk informasi peringatan kebencanaan.

Sedangkan penghargaan The Best Modelling diterima oleh tim BISMA. BISMA membuat teknologi untuk bahaya banjir. Platform yang dikembangkan rencananya akan dapat memprediksi area rendaman. Keikutsertaan masyarakat juga diperlukan untuk melengkapi dan memverifikasi data rendaman banjir, data demografi, titik Point of Interest, dan land use.

Para pemenang ini akan mendapatkan dana pendampingan dari Synersia, pelatihan gratis dari OSM Indonesia, 20 packs lisensi ArcGIS gratis dari UNITAR-UNOSAT selama setahun, dan 5 packs lisensi ArcGIS gratis dari ESRI Indonesia selama setahun.

Wah, selamat untuk para pemenang! Semoga aplikasi yang sudah dibuat ini bisa mengurangi risiko bencana yang masih saja menghantui kita ini ya. Sekali lagi selamat! (MA)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar