8 Fakta Tersembunyi dari Gempa Kembar

 8 Fakta Tersembunyi dari Gempa Kembar

Ternyata gempa yang terjadi selama 24 kali di Bengkulu sejak 19 Agustus 2020, merupakan gempa kembar atau disebut dengan Doublet Earthquake. Namun apa sih gempa kembar itu? Nah, di bawah ini adalah penjelasan gempa kembar dan ada beberapa fakta menarik dari gempa kembar yang terjadi di Bengkulu, simak!

  • Gempa Kembar Adalah …

Gempa Kembar atau Doublet Earthquake adalah peristiwa dua gempa yang magnitudo atau kekuatan gempanya hampir sama dan terjadi dalam waktu/lokasi relatif berdekatan.

  • Gempa Kembar Terjadi Berselang Waktu 6 Menit

Berdasarkan catatan BMKG yang SiagaBencana.com terima, gempa kembar Bengkulu diawali gempa pertama yang terjadi pada pukul 05.23 WIB dengan kekuatan M 6.8. Lalu, di gempa kedua terjadi pada pukul 05.29 WIB dengan kekuatan M 6.9. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan bahwa kedua gempa tersebut terjadi hanya berselang waktu sekitar 6 menit.

  • Skala IV MMI

Gempa kembar paling kuat yang terjadi di Bengkulu terjadi di wilayah paling dekat dengan pusat gempa, yaitu di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, dan Kepahiang dalam skala intensitas IV MMI. Skala intensitas IV MMI artinya getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah dan luar oleh beberapa orang, ditandai dnegan gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

  • Terasa Hingga Negeri Singa

Bukan hanya wilayah Bengkulu dan sekitar saja yang merasakan ternyata Kota Serpong, Tanggerang dan negara Singapura, pun ikut merasakan gempa, meski guncangan dirasakan lemah. Daryono menjelaskan, hal ini sangat mungkin terjadi akibat adanya vibrasi periode panjang (long period vibration) dari gelombang gempa.

  • Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

Gempa kembar yang terjadi pada saat itu dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Patahan batuan (lempeng) yang terjadi pada bidang kontak antar lempeng tepatnya pada Segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik (thrust fault).

Baca juga : MENILIK GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN

  • Tidak Tsunami!

Meski gempa tersebut tergolong memiliki kekuatan gempa yang cukup besar, tapi hal tersebut tidak menimbulkan tsunami. Daryono menjelaskan, kondisi ini patut disyukuri bahwa gempa kembar ini berkekuatan M 6.8 dan M 6.9, sehingga hasil pemodelan tidak berpotensi tsunami. Pada umumnya, gempa dengan mekanisme sumber sesar naik dengan kedalaman dangkal jika kekuatannya di atas M 7.0 dapat berpotensi tsunami.

  • Terjadi 24 Kali Gempa Susulan

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga Senin (24/8) pukul 18.00 WIB telah terjadi 24 kali gempa susulan.

  • Pernah Terjadi 2007 Silam

Peristiwa gempa kembar ini ternyata bukanlah pertama kalinya terjadi. Pada 12 September – 13 September 2007 silam, Bengkulu pernah diguncang oleh gempa kembar. Kondisi saat itu, Bengkulu dan Mentawai diguncang gempa berkekuatan M 8.4 dan M 7.8. Gempa terjadi akibat pecahnya segmen Enggano yang menjalar dari utara Enggano sampai ujung Siberut. Bahkan gempa saat itu dirasakan hingga Singapura, Malaysia, dan Thailand. (MA)

Sumber : Kompas.com

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar