4 Tips Bicara Tentang Corona Kepada Anak

4 Tips Bicara Tentang Corona Kepada Anak

Via BBC/Getty Images

 

Sobat Disasterizen, per 16 April 2020, sudah ada lebih dari 2 juta kasus positif coronavirus di seluruh dunia. 510.187 orang berhasil sembuh dan 134.603 orang meninggal dunia. Sisanya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dari 2 juta kasus ini, 5.136 ada di Indonesia. Pemerintah, dengan segala upaya mereka, menetapkan berbagai kebijakan untuk membendung persebaran coronavirus. Salah satu upaya yang dijalankan oleh pemerintah adalah dengan menggalakkan kampanye #dirumahaja dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Jum'at (10/4) silam. 

Sebagaimana yang dilansir dari Suara, Presiden Joko Widodo berpesan kepada segenap masyarakat Indonesia untuk mematuhi PSBB, "Masa yang berat bagi kehidupan kita, bahkan pandemi corona ini telah membawa kesedihan bagi sebagian orang dan kesulitan bagi banyak orang dan kita semua mengalami perubahan besar dalam kehidupan kita sehari-hari."

Tentu, buat sobat Disasterizen yang sudah memiliki buah hati, rasanya agak sulit untuk menjelaskan situasi dunia yang memburuk kepada anak-anak. Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan, bukan terhadap corona, namun terhadap histeria massal yang tersebar di sosial media, berita, TV, radio, dan lain-lain. Bagaimana cara sobat Disasterizen berbicara kepada anak-anak terkait dengan corona? 4 tips ini siagabencana.com kutip dari United Nations Children's Fund (UNICEF). 

Berikan pertanyaan terbuka dan dengarkan mereka

Anak-anak sangat suka jika perasaan mereka tervalidasi. Dengan memberikan sebuah pertanyaan terbuka, sobat Disasterizen bisa mendengar pendapat anak lebih daripada sekedar jawaban yes or no. Untuk memulai, kamu bisa bertanya kepada anak tentang sejauh mana pemahaman mereka terhadap coronavirus, penyebabnya, dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran coronavirus. 

Yang paling penting adalah jangan menganggap kecil atau menghindari keresahan mereka. Pastikan Anda mengakui perasaan mereka dan meyakinkan mereka bahwa wajar untuk merasa takut tentang hal-hal ini.

Jelaskan fakta dengan cara yang ramah anak

Masa pertumbuhan anak-anak merupakan masa yang krusial dalam pembentukan pola pikir mereka. Fakta tentang coronavirus memang mengerikan, namun, sebisa mungkin jelaskan dengan cara yang ramah anak tanpa harus terkesan membesar-besarkan atau menakut-nakuti mereka. Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia, perhatikan reaksi mereka, dan peka terhadap tingkat kecemasan mereka.

Jelaskan juga kepada mereka bahwa banyak informasi online yang tidak akurat, dan selalu merujuk kepada lembaga-lembaga yang terpercaya seperti World Health Organization (WHO) dan lain-lain. Kalau mereka bertanya dan kamu tidak tahu jawabannya, kamu bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bonding dan mencari jawaban bersama-sama.

Tunjukkan pada mereka cara melindungi diri dan teman-teman mereka

Agar balance tetap terjaga, ajarkan anak-anak juga tentang cara melindungi diri sendiri dan teman-teman mereka dari coronavirus. Caranya banyak, baik itu dari dalam tubuh (memperkuat imunitas dengan mengkonsumsi makanan sehat) maupun luar tubuh (selalu cuci tangan selama 20 detik, bersihkan gagang pintu dengan desinfektan, dsb.) Jangan lupa juga untuk ajarkan etika bersin yang benar, yaitu dengan membenamkan mulut ke bagian dalam siku mereka. 

Yang tak kalah pentingnya adalah untuk memberitahu nomor apa yang harus dihubungi jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala coronavirus, seperti kesulitan bernapas, dan lain sebagainya.

Buat mereka merasa aman

Banjir arus berita coronavirus tentu meresahkan semua kalangan, baik itu anak-anak maupun kalangan dewasa. Tidak jarang, karena histeria massal ini, banyak orang yang bertindak ceroboh dan rakus dalam berbelanja. Tidak sedikit juga yang masih di fase denial dan mengabaikan anjuran pemerintah untuk physical distancing. Rasa aman ini lah yang harus kamu tanamkan kepada anak-anak. Untuk menghilangkan stres, kamu bisa menata ulang ruangan di rumah kamu agar lebih kondusif untuk bermain dan bersantai. Preferensi nya terserah kamu! (RG)

 

Dipost Oleh Rafly Gilang

Rafly Gilang adalah seorang penulis yang berkecimpung di bidang penanggulangan bencana, politik, agama, keadilan, dan isu-isu sosial lainnya. Selain di website ini, Rafly juga menulis di website pribadinya yang bisa diakses di bookofrafly.com. Rafly bisa dikontak melalui email rafly@bookofrafly.com atau via Twitter @raflyrolls.

Tinggalkan Komentar