PERINGATAN DINI BENCANA TANAH LONGSOR

Sistem peringatan dini longsor dari Indonesia ini telah diakui oleh International Organization for Standardization (ISO), lalu dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sisterm pertingatan dini yang telah dikembangkan ini ditingkatkan menjadi ISO 22327 sebagai Guidelines for Implementation of a Community-based Landslide Early Warning System.

Bapak mantan Kepala BNPB Willem Rampangilei mengingatkan bahwa sistem peringatan dini yang baik tidak hanya pada peralatan yang berdiri sendiri tetapi pada akhirnya sistem tersebut dapat saling terkait sebagai suatu sistem peringatan dini yang efektif.

Willem Rampangilei juga menambahkan, “Komunitas sangat penting sebagai bagian inti dari sistem tersebut karena merekalah yang akan mendapatkan ancaman. Komunitas harus menjadi bagian dari sistem dan harus paham bagaimana sistem ini bekerja”.

Dengan sistem peringatan dini tanah longsor ini, sebagai bentuk konstribusi dari Indonesia dalam bagi pengetahuan dan pengalaman kepada orang-orang di dunia ini untuk menyelamatkan dari ancaman bahaya tanah longsor.

Serta, dapat menjadi penguatan wujud Indonesia sebagai laboratorium bencana dunia. Di samping itu, industri kebencanaan dapat tumbuh dan berkontribusi untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana sehingga berdampak positif dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Mau tahu ngga seperti apa sih 7 sistem peringatan dini tanah longsor itu? Ini dia!

  • Penilaian risiko
  • Sosialisasi
  • Pembentukan tim siaga bencana
  • Pembuatan panduan operasional evakuasi
  • Penyusunan prosedur tetap
  • Pemantauan, peringatan dini, dan geladi evakuasi
  • Membangun komitmen otoritas lokal dan masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan keseluruhan sistem peringatan dini tanah longsor.

7 sistem peringatan dini longsor ini awalanya di uji coba lebih dari 150 lokasi di Indonesia. Kemudian dikembangkan untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan akhirnya ditetapkan pada tahun 2017 lalu.

Nah, sekarang SiagaBencana.com mau ngetes kamu nih! Ada yang pernah liat belum alat pendekteksi tanah longsor? Nih Siagabencana.com kasih lihat ya! LIPI telah membuat alat untuh mencegah terjadinya tanah longsor yang bernama LIPI Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring (LIPI WISELAND) dan THE GREATEST.

Mulai dari alat LIPI WISELAND dahulu ya! Hasil penelitian LIPI init uh dipimpin oleh Adrin Tohari, peneliti dari Pusat Penelitian (Puslit) Geoteknologi. Alat ini berguna untuk memantau pergerakan tanah yang handal dan efektif dalam memantau dan memberikan peringatan dini dari ancaman berbagai jenis gerakan tanah di daerah yang luas. Tetapi, bukan cuma memantau pergerakan tanah saja bisa juga untuk memantau kondisi keamanan struktur tiang bangunan tinggi seperti jembatan dan gedung bertingkat.

Sedangkan, THE GREATEST itu merupakan kepanjangan dari Teknologi Gravitasi Ekstraksi Air Tanah untuk Kestabilan Lereng. Alat ini berfungsi menurunkan muka air tanah dalam lereng sehingga dapat mencegah kelongsoran lereng saat musim hujan. Buat cara kerja dari alat ini adalah air tanah berdasarkan perbedaan tekanan air tanah di bagian atas dan bawah lereng.

Keren banget ya! Semoga dengan adanya semua ini bisa banget Indonesia makin siap dengan bencana alam yang akan datang dan dapat mengurangi risiko yang terjadi.

Sumber : Infogafis Box Breaker, Lipi.go.id  & Setkab.go.id