Panduan Kesiapsiagaan Tsunami Dalam Masa Virus Corona

Kamis (30/4/2020), dua gempa cukup besar terjadi di Indonesia. Dari keterangan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), gempa pertama bermagnitudo M 5,6 yang dimutakhirkan menjadi M 5,1 yang mengguncang Sumatera Utara. Kemudian, gempa M 5,0 yang mengguncang Sukabumi Selatan. Keduanya tidak berpotensi terjadinya tsunami.

Nah, ngomong-ngomong soal gempabumi dan tsunami. Di saat pandemi seperti ini, sebagian orang merasa khawatir dan bingung tentunya jika terjadi gempabumi dan tsunami. Mereka merasa takut dan khawatir tertular virus corona ketika sedang menyelamatkan diri dari gempabumi atau tsunami.   

Apabila terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami dalam kondisi seperti saat ini, BPBD dan Pemerintah Daerah perlu menerapkan langkah khusus terkait penyiapan evakuasi masyarakat. Evakuasi tsunami harus diutamakan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat.

Nah, di bawah ini adalah langkah-langkah kesiapsiagaan tsunami dalam masa pandemi virus corona. Simak!

Rencana kesiapsiagaan tsunami dalam masa pandemi virus corona setidaknya meliputi:

Peninjauan lokasi rumah sakit

Melakukan evaluasi, apakah rumah sakit yang menangani pasien virus corona berada di daerah rendaman tsunami atau tidak. Jika demikian, agar mempertimbangkan dipindahkan ke rumah sakit lain yang tahan gempa dan jauh dari kemungkinan rendaman tsunami.

Penyiapan TES dan TEA

Kapasitas TES dan TEA yang sudah ditentukan perlu ditinjau kembali agar masyarakat tetap bisa menerapkan jaga jarak. Bila diperlukan, TES dan TEA diperbanyak dan dilakukan desinfeksi secara rutin sebelum terjadi bencana. TES dan TEA yang ditambahkan harus berlokasi di daerah aman dari ancaman tsunami dan dapat memanfaatkan tempat yang saat ini kosong dikarenakan virus corona, seperti sekolah, asrama mahasiswa yang saat ini diliburkan, perkantoran dimana pegawai bekerja dari rumah, wisma pemerintah yang kosong, hotel kosong karena tidak ada wisatawan, dan lain sebagainya. BPBD, Pemerintah Daerah, bersama masyarakat harus menyiapkan lokasi pengungsian dengan memastikan ketersediaan sarana kebersihan seperti air bersih, peralatan cuci tangan, sabun dan hand sanitizer.

Sarana, prasarana, dan protokol pekerja sosial

BPBD bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat perlu menyiapkan sarana, prasarana, dan protokol agar pekerja sosial yang akan memberikan dukungan evakuasi (sebisa mungkin relawan dari masyarakat) tetap terproteksi. Caranya dengan menyediakan cadangan APD (alat pelindung diri) yang dipakai saat membantu evakuasi dan termometer sebagai bagian dari peralatan P3K.

Rencana evakuasi dan protokol kesehatan

BPBD perlu menyiapkan rencana evakuasi dan protokol kesehatan bagi masyarakat. Masyarakat secara umum diharapkan tetap memastikan menjaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, dan menjaga kebersihan diri dan sekitarnya pada saat evakuasi. Untuk itu, BPBD perlu melakukan sosialisasi terkait hal ini sejak dini, sebelum terjadi ancaman tsunami. Untuk penggunaan masker tidak perlu menggunakan masker medis, bisa menggunakan masker kain yang dibuat sendiri.

Evakuasi berdasarkan penggolongan orang terdampak virus corona

Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Sebaiknya pasien virus corona tidak dirawat di daerah dengan risiko bencana tinggi, agar tidak perlu dilakukan mobilisasi pasien pada saat bencana terjadi karena ini dapat mengakibatkan penyebaran terjadi.

Apabila rumah sakit terletak di daerah ancaman tsunami, maka BPBD dan Pemerintah Daerah perlu menyiapkan protokol evakuasi khusus untuk melakukan evakuasi pasien dan pekerja medisnya.

  • Periksa kembali kode bangunan rumah sakit supaya memenuhi kode bangunan tahan gempa yang terkini.
  • Apabila rumah sakit memiliki beberapa lantai, tempatkan PDP di lantai atas yang sekiranya tidak terkena sapuan gelombang tsunami.
  • Memberikan tanda khusus bagi PDP, seperti gelang dengan warna khusus.
  • Jika dievakuasi ke TES dan TEA, tempatkan perawatan PDP di tempat/ruang yang terpisah dari yang lain.
  • Petugas medis perlu diberitahu tempat dan jalur evakuasi masing-masing untuk PDP dan pasien non-PDP dan diberikan pelatihan merawat pasien dalam situasi darurat.
  • Perlu ditugaskan pekerja sosial dan relawan yang dilatih untuk dapat membantu evakuasi PDP selama keadaan darurat, membekali petugas medis dan relawan dengan APD dan peralatan P3K termasuk thermometer yang memadai.
  • Memastikan ketersedian peralatan yang higienis sehingga dapat memberlakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tempat perawatan di lokasi evakuasi.

Orang Dalam Pemantauan (ODP)

  • BPBD perlu berkoordinasi dengan Dinkes agar memiliki data dan mengetahui lokasi-lokasi ODP yang tinggal di zona tergenang tsunami.
  • Memberi tanda khusus bagi orang-orang dengan status ODP saat evakuasi, seperti memberikan pita dengan warna khusus ditangan, masker dengan tanda khusus, atau tanda lainnya.
  • Perlu ditetapkan TES dan TEA untuk ODP. Memastikan ODP berada di satu tempat evakuasi dengan menyiapkan tempat khusus bagi mereka sehingga tempat evakuasi ODP terpisah dari masyarakat yang sehat atau orang tanpa gejala.
  • Perlu dipertimbangkan rencana jalur evakuasi dan rencana tempat pengungsian dimana ODP dan warga masyarakat yang sehat terpisah.
  • ODP perlu diberi tahu tempat dan jalur evakuasi mereka.
  • Perlu ditugaskan pekerja sosial (sebisa mungkin relawan dari masyarakat) untuk membantu evakuasi ODP selama keadaan darurat dan membekali relawan dengan APD dan peralatan P3K termasuk thermometer.
  • Memastikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat evakuasi.

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Mereka adalah orang yang tidak memiliki gejala ataupun tanda-tanda klinis virus corona, tetapi memiliki risiko terkena Virus Corona. Mereka dapat evakuasi di tempat yang bersamaan dengan tetap memperhatikan jaga jarak, menggunakan masker, dan menjaga kebersikah diri.

Apabila dalam evakuasi tsunami ada diantara OTG yang memiliki gejala demam (≥380C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk, maka agar diisolasi terpisah di tempat evakuasi sampai ancaman tsunami selesai dan dapat ditangani lebih lanjut oleh petugas medis.

Panduan langkah evakuasi darurat peringatan dini tsunami dalam situasi Covid-19, selengkapnya di https://covid19.go.id/p/protokol/panduan-langkah-evakuasi-darurat-peringatan-dini-tsunami-dalam-situasi-covid-19 (MA)

Sumber : Gugus Tugas covid-19