rahma.hanifa@uinspire.id +628112000176

Dr. Nuraini Rahma Hanifa, atau biasa dipanggil Rahma, merupakan ilmuwan kegempaan perempuan di Indonesia. Dia lulus dari sarjana dan magister dari Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung (ITB), dan menerima PhD tahun 2014 dari Universitas Nagoya, Jepang, dengan disertasi tentang Potensi Gempa Bumi Megathrust di Jawa, Indonesia. Selama di Universitas Nagoya, ia setiap tahun membantu Pelatihan Internasional mengenai Sistem Pengamatan Gempa Bumi, Tsunami dan Gunung Api kepada peserta dari Asia, Africa dan America Latin. Mengalami secara langsung gempa Tohoku tahun 2011 pada saat sedang mengikuti konferensi Internasional mengenai gempa megathrust di Indonesia dan Jepang, memotivasinya untuk turut andil dalam upaya pengurangan risiko bencana khususnya akibat gempa.

Saat ini ia adalah peneliti dan sekretaris di Pusat Unggulan Iptek (PUI-PT) Sains dan Teknologi Kegempaan, Pusat Penelitian untuk Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung (PUI STG, PPMB ITB). Selain itu juga aktif di Pusat Nasional untuk Studi Gempa Bumi (PuSGeN) kementrian PUPR, serta di Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB) sebagai Jejaring dan Kerjasama. Dia telah menghasilkan beberapa jurnal ilmiah internasional, dan menjadi pembicara dalam berbagai seminar internasional dan nasional, serta berbagi dalam berbagai kesempatan di komunitas, termasuk komunitas perempuan. Dia terlibat dalam beberapa penelitian interdisipliner dan survey pasca gempa beberapa gempa siginifikan yang terjadi di Indonesia dan menjadi editor buku Kajian Gempa Bersama PuSGeN diantara buku Pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa 2017, Kajian Gempa Pidie Jaya 2016, Kajian Gempa Tasik 2017, Kajian Gempa Lombok 2018 dan Kajian Gempa Palu 2018.

Dia juga aktif melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana khususnya gempa, di Bandung Metropolitan terhadap sesar Lembang, serta di Kabupaten Kepulauan Mentawai, kegiatan penguatan kapasitas pemuda seperti Program Relawan Pemuda ASEAN di DRR (AYVP 2017) kerjasama dengan UKM Malaysia dan ASEAN Sekretariat, Pertukaran Pemuda Sains Jepang-Asia Sakura yang dilakukan setiap tahun sejak 2017, serta regional workshop dalam penguatan peran Youth and Professionals in SETI for DRR bekerjasama dengan UNESCO, ICIAR LIPI dan stakeholder lainnya. Rahma turut menginisiasi Platform Pemuda dan Profesional Muda dalam SETI untuk DRR (U-INSPIRE) pada tahun 2018 dan menjadi ketua pertamanya. Melalui platform ini memotivasi Rahma untuk meningkatkan jejaring nasional dan internasionalnya, kolaborasi interdisipliner, belajar lebih banyak tentang komunikasi sains dan kebijakan berbasis sains.

Top