marian.pardede@gmail.com +6285766195789

Mariana Pardede, S.IP, M.Sc, sehari hari dipanggil Dede, adalah seorang praktisi pendidikan Pengurangan Risiko Bencana khususnya Satuan Pendidikan Aman Bencana/ SPAB. Perempuan kelahiran Muara Bungo, 13 April 1984 ini mengawali perkenalannya dengan isu kebencanaan sejak menjadi relawan respon bencana Tsunami Aceh 2005. Dan hingga saat ini, Ia konsisten di isu kebencanaan dan berkecimpung dalam isu sekolah aman bencana sejak 2007. Memperoleh gelar master dari Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana UGM tahun 2015. Ia merupakan salah seorang penyintas bencana gempa bumi-tsunami di Palu 2018 yang lalu. Dia telah mengkapasitasi lebih dari belasan ribu orang mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali, Timor hingga Papua di berbagai jenjang satuan pendidikan. Ketertarikannya pada dunia anak mendorongnya untuk mengembangkan sejumlah media belajar dan bermain bertema kesiapsiagaan bencana termasuk untuk orang tuna netra. Saat ini, selain aktif berkegiatan PRB di sekolah dan di masyarakat bersama lembaga KYPA, Ia juga menjadi salah satu fasilitator nasional SPAB dan aktif menjadi konsultan dan pelatih SPAB membantu berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah. Peraih “Safe School Champion kategori Individu tahun 2017” versi ASEAN Safe School Initiative (ASSI) ini berharap semakin banyak orang yang memiliki kesadaran akan risiko bencana dan menjadi bagian dari yang menyelamatkan. Kontak Dede melalui marian.pardede@gmail.com atau +6285766195789

Ringkasan Tulisan ini akan mengulas beberapa saran sederhana, “bagaimana mewujudkan satuan pendidikan aman bencana secara mandiri (tanpa dukungan pendanaan program dari pihak luar/ instansi pemerintah/ non pemerintah)”. Sesungguhnya, setiap satuan pendidikan memiliki sumber daya yang dapat dimaksimalkan untuk membantu satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan SPAB. Cara-cara yang dituliskan di narasi ini: perlunya memetakan aktor dan potensinya, aktif dan inisiatif, tetap...

Top