Lwbaran Ramah Lingkungan

Lebaran Ramah Lingkungan

Hari Raya Idulfitri menjadi hari yang ditunggu-tunggu untuk masyarakat muslim. Tapi kamu tahu nggak sih kalau di Hari Raya Idulfitri ini ada potensi-potensi sampah yang dapat terjadi? Padahal jika ditelaah, lebaran ini adalah hari suci yang dapat dirayakan sambil tetap menjaga lingkungan. Sebab, menjaga lingkungan adalah salah satu perintah dari Allah SWT. 

Saat merayakan lebaran, seringkali kita lupa pada kebiasan ramah lingkungan kita, karena terbawa euphoria berkumpul. Selain itu, masih serinng juga dalam berbelanja kita terbiasa memilih produk-produk praktis yang sekali pakai demi kemudahan. Mulai dari plastik, sampah makanan, tisu dan lainnya. Berikut ini SiagaBencana.com rangkum beberapa hal yang bisa kita kontrol di Hari Raya Idulfitri!

Baca juga : TIPS RUMAH AMAN DARI ANCAMAN KEBAKARAN SAAT RAMADAN

  • Ganti Piring Plastik dengan Piring Kaca atau Pelepah

Kebiasaan yang ada di Indonesia dalam menikmati momen lebaran, biasanya akan datang mengunjungi sanak saudara untuk saling meminta maaf atau sekadar bertemu sapa. Tsak jarang pertemuan tersebut ditambah dengan acara makan-makan. Tak jarang masyarakat menggunakan piring plastik atau styrofoam dinilai cukup praktis tanpa harus repot-repot untuk mencuci piring kotor sesudahnya.

Sayangnya, kebiasaan tersebut merupakan contoh yang tidak baik. Hal ini dikarenakan menyebabkan penumpukan sampah selama lebaran. Jika kamu ingin lebaranmu ramah lingkingan, ada baiknya piring plastik diganti menggunakan piring kaca atau pelepah. Menggunakan dua barang tersebut, tidak adanya penumpukan sampah. 

  • Menghindari Kembang Api

Bermain kembang api atau petasan dikatakan sebagai salah satu momen paling umum dan tunggu anak-anak saat lebaran. Jika dilihat memang terlihat sangat menyenangkan dilakukan bersama-sama.. Akan tetapi, kembang api atau petasan tersebut sangat membahayakan. Sebab dapat menimbulkan ledakan dan sampah yang mencemari lingkungan. Jadi, cobalah untuk mengganti kegiatan tersebut denga kegaitan menyenangkan lainnya. 

  • Memakai Baju Lebaran yang Sudah Ada

Salah satu kebiasaan seseorang ketika menjelang lebaran yaitu memenuhi lemari dengan aneka pakaian baru. Tidak menutup kemungkinan baju yang sudah lama dan tidak pernah dipakai akhirnya terbuang begitu saja. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya sampah atau limbah fashion pencemar lingkungan. Dengan memakai baju yang lama, ewa baju atau bertukar baju dengan keluarga bisa menjadi pilihan terbaik untuk merayakan lebaran minim sampah. 

  • Tidak Menggunakan Sedotan Plastik

Memang terlihat simple, kita perlu meminimalisir penggunaan sedotan plastik untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan. Namun, saat kita berkunjung ke rumah saudara tidak perlu mengambil seditan plastik yang disediakan ataupun saat kita membuat acara di rumah, kita tidak perlu menyediakan sedotan plastik. 

  • Meletakkan Sampah Pada Tempatnya

 Buanglah sampah pada tempatnya saat kamu sedang selesai akan atau ngemil bersama saudaramu, jangan pernah mengabaikan kebersihan lingkungan karena bersihnya lingkungan itu dimulai dari diri kita sendiri, jangan bergantung pada orang lain untuk membuang sampah kalian sendiri tapi mulai berubah dari kamu sendiri. Jika perlu, kita bisa membantu memilah ataupun membawa sisa konsumsi tersebut pulang untuk dipilah di rumah. 

  • Habiskan Makananmu

Untuk lebaran menjadi ramah lingkungan, habiskanlah makananmu. Karena jika kamu menyisakan makanan, sama saja menumpuk sampah yang ada di rumahmu. Dengan kamu menghabiskan makananmu, hal tersebut bisa meminimalisir penumpukan sampah. 

  • Bawa Sajadah Ketika Solat Idulfitri

Sholat Idulfitri menjadi menjadi hal wajib yang dilakukan di hari lebaram. Berjalan menuju masjid bersama-sama keluarga untuk menunaikan ibadah sholat idulfitri. Jangan lupa untuk membawa sajadah sebagai alas bersujud di masjid. Jangan menggunakan koran, kurangi penggunaan koran sebagai alas berdujud. 

Sebab, tak jarang orang-orang tidak ingin repot dalam sholat Idulfitri, mreka berbondong-bondong membawa koran sebagai alas sujud. Atau mereka membawa koran untuk sebagai alas sajadah, karena mereka takut sajadah menjadi kotor. Hal ini bisa menyebabkan sampah koran berserakan di sekitar tempat sholat. Karena kebanyakan dari mereka membuangnya begitu saja dan meninggalkan koran-koran itu berserakan dimana-mana. Secara otomatis, koran tersebut akan menjadi sampah. 

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga lingkungan tetap menjdi ramah lingkungan! (MA)

Sumber : Zero Waste Indonesia