Kokomes : Sabut Kelapa Mitigasi Tanah Longsor

Sudah tidak heran lagi kalau ternyata Indonesia selalu diselimuti oleh beberapa kejadian bencana alam, salah satu contohnya adalah tanah longsor. Maka dari itu, perlu adanya upaya pengurangan risiko bencana. Namun, apakah kamu pernah berpikir kalau kelapa bisa dijadikan salah satu upaya pengurangan risiko bencana?

Ternyata sabut kelapa atau penyebutan lainnya adalah kokomes, yang mampu terbukti berperan sebagai media pencegah erosi dan penahan longsor. Istilah kokomes berasal dari istilah aslinya dalam bahasa Inggris, yaitu cocomesh.

Baca juga : 3 ‘LIMBAH’ DISULAP MENJADI BAHAN MATERIAL BANGUNAN

Hal ini dibuktikan di kawasan reklamasi lahan bekas tambang. Kawasan tersebut menggunakan media kokomes atau jaring sabut kelapa. Dengan itu, lahan bekas tambang dapat ditingkatkan kestabilannya dan dipercepat proses penghijauannya. Kemampuan kokomes ini dapat diperluas ke lahan-lahan kawasan rawan gerakan tanah, hingga bencana longsor dapat dicegah. Kokomes memiliki potensial untuk perbaikan lahan, sehingga mengurangi potensi longsor.

Menurut Arif Nugroho (2010), kokomes telah menjadi primadona dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai, atau hutan. Sifatnya yang secara biologi dapat didaur ulang (biodegradable) dan kuat, membantu mempermudah tumbuhnya tanaman baru pada bidang lahan yang dialasi oleh kokomes di tanah bekas tambang.

Selain itu, kokomes juga dapat digunakan sebagai lapisan alas yang pertama untuk dudukan jalan sebelum di aspal, agar aspal atau jalan tidak pecah dan tidak mengalami retak-retak.

Tidak hanya bermanfaat untuk pengurangan risiko bencana saja! Kokomes juga mampu meningkatkan lapangan kerja dan ekonomi masyarakat sekitar. Misalnya saja dengan melibatkan puluhan ibu-ibu dan pengangguran di desa-desa yang memiliki kebun kelapa. Kemampuan secara swadaya juga mampu berproduksi dan bersaing dengan industri pabrikan yang kualitasnya hampir sama. 

Nah, ternyata kokomes mempunyai begitu banyak manfaat yang didapat. Selain mampu meningkatkan pengurangan risiko bencana longsor tapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Semoga dengan adanya penggunaan kokomes, lahan kritis yang rawan longsor mampu dikelola menjadi lahan usaha tani sekaligus konservasi lahan yang menguntungkan. Selain itu, pemerintah juga harus turut serta memfasilitasi upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor. (MA)

Sumber : geomagz.geologi.esdm.go.id