Jawa Barat : Sigap Dalam Ancaman Bencana

Ada berbagai macam cara dalam pengurangan risiko bencana, salah satunya adalah program yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat Jawa Barat Resiliance Culture Province, dimana programnya terdapat sosialisasi, edukasi kebencanaan, program desa tangguh bencana, program pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, program pemulihan pascabencana, hingga program lainnya.

Cakra, Inisator Rumah Gagasan Pangan Rakyat Jawa Barat DPP Manggala Garuda Putih dalam webinar Pemanfaatan Lahan Tidak Produktif dalam Rangka Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan pada 8 Oktober 2020, mengatakan tujuan dibuatnya program tersebut adalah untuk mengurangi risiko bencana, meminimalkan efek bencana, memfasilitasi kecepatan recovery. Pemerintah Jawa Barat pun membuat community based disaster management.

Community based disaster management yang dimaksud adalah setiap komunitas berisiko, diharapkan dapat aktif terlibat untuk mengurangi risiko atau dampak bencana. Adapun beberapa sasarannya, seperti:

  • Mengembangkan program JRCP bisa terwujud,
  • Menyiapkan warga Jawa Barat berbudaya dan siap siaga menghadapi bencana,
  • Ikut serta dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan potensi dan menyiapkan media digital dalam mendukung berbagai program teknologi,
  • Informasi dan komunikasi menuju terwujudnya JRCP
  • Upaya dalam bela negara, karena kita berusaha agar pangan tidak hancur.

Selain itu, ada gagasan program yang dibuat, yakni:

  • Rumah belajar
    • Mendukung program JRCP, menyiapkan program khusus pelatihan ketahanan pangan bagi pelajar SD-SMA dan warga Jawa Barat pada umumnya, menyiapkan program perduli lingkungam dan pemaparan meteri di dalam kelas.
    • Sajuta Bibit
    • Aksi sosial pemberian bibir tanaman yang akan dibagikan ke seluruh warga maupun institusi atau komunitas, peningkatan ekonomi warga melalui hasil panen bibit sehingga dan menanamkan nilai kesabaran, kejujuran dan tawakal.
    • Indah Bahagia dengan Makanan Lokal
    • Program pelatihan memasakan dengan menggunakan bahan makanan lokal.
    • Sajuta Kreasi Daur Ulang
    • Tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai, warga sudah terbiasa mengelola sampah rumah tangga termasuk yang ada di sekolah, diharapkan masyarakat dapat membuat sesuatu karya dari sampah sekitar lingkungan yang diolah.
    • Rumah Pulih
    • Menciptakan kegiatan bagi warga yang sedang tidak memiliki kegiatan karena efek pandemi.
    • Bursa Ide TV dan Komandan
    • Mensosialisasikan berbagai program, menyiapkan berbagai film dokumenter maupun film tutorial yang berhubungan dengan program ketahanan pangan rakyat Jawa Barat.
    • KOMANDAN (Kreasi Olahan Makanan dan Minuman)
    • Mengusahakan agar berbagai hasil panen dari warga bisa menghasilkan sebuah karya dan dapat bermanfaat bagi warga itu sendiri (seperti keripik, jus, bolu, dsb). Makanan-makanan ini berguna ketika terjadi suatu bencana, agar masyarakat dan tim penyelamat dapat memiliki makanan pada kondisi darurat untuk bertahan hidup.

Sekarang Pemerintah Jawa Barat sudah mulai agresif untuk terbuka terhadap bencana, diharapkan bukan hanya pemerintah yang tangguh, tetapi diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi supaya tangguh menghadapi bencana. Semua pihak ikut terlibat dalam menanggulangi bencana, mulai dari perhatian terhadap aspek ekonomi, aspek sosial, aspek infrastruktur karena bencana ini merupakan bencana bersama dan tanggung jawab bersama. (MA)