pengurangan risiko bencana

Intip Peluncuran Pedoman PRBBK dan Buku Kisah Petualang Tangguh Perjalanan Menuju Resiliensi di Timur Indonesia

SIAGABENCAN.COM – Jakarta (14/06/23), MPBI bersama dengan BNPB, Oxfam Indonesia dan Kementerian/Lembaga serta organisasi mitra kemanusiaan meluncurkan Buku Pedoman Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) dan Buku Kisah Petualang Tangguh Perjalanan Menuju Resiliensi di Timur Indonesia di Hotel Ashely, Jakarta. 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkaya dan menguatkan kapasitas dalam konteks pengetahuan serta menambah literasi bagi setiap pemangku kepentingan yang menjalankan program-program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. 

FOTO : Tasril Mulyadi, BNPB

Buku Pedoman PRBBK ini adalah kumpulan dan sintesis dari pengetahuan, pengalaman, dan pembelajaran dari berbagai pihak, baik itu dari lembaga-lembaga pemerintah, non pemerintah, palang merah, serta akademisi. Buku tersebut pertama kali diluncurkan pada 2014 dan kemudian dimutakhirkan lagi tahun 2022, pada saat Konferensi Nasional PRBBK yang ke-15. 

Baca juga : DERETAN GREEN JOB UNTUKMU YANG MENCARI PEKERJAAN

Buku Pedoman PRBBK disusun berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dilakukan oleh berbagai organisasi di Indonesia. Edisi termutakhir buku panduan PRBBK terdiri dari 4 bagian, yaitu (Buku 1) Konsep Pengelolaan Risiko Bencana di Indonesia Pedoman Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK), (Buku 2) Pendekatan PRBBK di Indonesia, (Buku 3) Teknik dan Alat PRBBK, dan (Buku 4) Pembelajaran PRBBK di Indonesia. 

Perlu diketahui, MPBI sudah melakukan promosi, kampanye, pelatihan, pendampingan, serta mendokumentasikan konsep PRBBK dari semenjak MPBI berdiri di tahun 2003. Hal ini disebabkan semakin tingginya kejadian bencana juga mengindikasikan pentingnya upaya pencegahan, mitigasi, pengurangan risiko bencana, dan kesiapsiagaan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Selain itu, Buku “Kisah Pejuang Tangguh” adalah metafora dari Proyek ICDRC, sebuah proyek kemitraan lembaga kemanusiaan bersama lembaga lokal, pemerintah, akademisi serta komunitas di wilayah timur Indonesia. Dalam perjalanannya, proyek ICDRC menghadapi sejumlah tantangan. Demikian halnya masyarakat di wilayah proyek yang menghadapi kondisi yang tidak menentu seperti kerentanan kondisi alam, ancaman bencana, serta keterbatasan akses sumberdaya.

Tantangan ini kemudian diatasi melalui upaya bersama dalam hal kapasitas pengetahuan, pelibatan peran perempuan, perlindungan kelompok rentan, dukungan penyediaan akses sumberdaya dan informasi, serta kesejahteraan penghidupan untuk mencapai resiliensi masyarakat menghadapi situasi bencana dan ancaman perubahan iklim.

Resiliensi merupakan tujuan awal dari perjalanan Proyek ICDRC di wilayah timur Indonesia. Proyek kemanusiaan ini akan terus berlanjut, mendukung keharmonisan manusia dengan alam yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.

FOTO : Djuni P, MPBI

Dalam kegiatan peluncuran buku tersebut, MPBI mengharapkan semangat dalam pembelajaran dan inovasi dari PRBBK terus berkembang dan juga terus memperkuat pedoman tersebut menjadi dokumen bersama. MPBI pun juga dalam proses membentuk tim editorial untuk buku Pedoman PRBBK, sehingga lembaga manapun bisa berkontribusi dan memasukkan pembelajarannya ke dalam buku pedoman PRBBK yang mana bermanfaat untuk seluruh komunitas PRBBK.

Harus dipahami bahwa sektor kemanusiaan masih perlu banyak belajar dari sektor-sektor lainnya, terutama untuk aspek keberlanjutan, scaling up, dan replikasi. Semoga gerakan PRBBK di Indonesia bisa terus menjadi champion tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. 

Sobat Preparizen ingin unduh bukunya? Bisa di sini dan yang ini ya!

(MA)