Inovasi Pendobrak Ketangguhan Indonesia

Lansia, penyandang disabilitas, wanita dan anak adalah pihak yang paling rentan saat terjadi bencana. Sementara itu, di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah wilayah yang memiliki kelompok rentan tertinggi di Indonesia. Maka, keadaan tersebut menuntut partisipasi aktif dari berbagai kelompok masyarakat dalam menyiasati tantangan yang ada di kemudian hari. 

Bukan hanya itu, masyarakat pun memerlukan terobosan yang inklusif berupa inovasi dalam kebencanaan. Yang mana inovasi tersebut diharapkan bisa membantu kelompok rentan untuk terlibat aktif dalam penanggulangan bencana sekaligus membantu mengatasi hambatan mereka dengan kreatif. 

YAKKUM Emergency Unit (YEU) dengan dukungan dari Elrha dan Start Network menyelenggarakan proyek “Community-led Innovation Partnership” atau CLIP dari April 2020 hingga Maret 2023. Proyek ini berkomitmen untuk mendukung para inovator di tingkat komunitas untuk menghasilkan, menguji, dan mengembangkan solusi terhadap prioritas masalah yang dihadapi dalam proses tanggap kedaruratan dan kesiapsiagaan bencana, baik di tingkat lokal maupun nasional. Terdapat pula Local Innovation Advisor (LIA) dan U-INSPIRE Indonesia mengembang tugas seputar pemberian saran atau dorongan, pemetaan inovasi eksisting, pendokumentasian proses dan pembelajaran. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran inovasi kebencanaan yang menerapkan prinsip inklusivitas yang sudah ada di Indonesia. Yang mana hasil pemetaan inovasi akan digunakan sebagai acuan dalam menilai kebaruan inovasi yang diusulkan calon inovator lokal. 

Inovasi-inovasi yang dipetakan yaitu produk maupun pendekatan pengurangan risiko bencana inklusif yang dikembangkan di Indonesia. Inovasi yang dimaksud dapat berupa upaya yang telah diadopsi dan diterapkan secara berkelanjutan, ataupun yang baru mulai dikembangkan. 

Inovasi yang dipetakan utamanya adalah inovasi yang lahir khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak bencana gempabumi tahun 2006 hingga saat ini. Namun sayangnya, karena keterbatasan inovasi, tim pemetaan memperluas cakupan wilayah studi. Secara konten, inovasi dapat bersifat ilmiah maupun berdasarkan kearifan lokal untuk pengurangan risiko bencana dan risiko perubahan iklim. 

Pemetaan inovasi dilakukan melalui tiga kegiatan utama, yaitu pengumpulan data, analisis, dan penulisan laporan hasil pemetaan. Hasil dari sejumlah inovasi pengurangan risiko bencana inklusif yang teridentifikasi dari desk study dan wawancara dapat berupa produk maupun proses atau layanan. Hasil tersebut berupa…

  • Peningkatan kapasitas untuk ketangguhan komunitas sekolah
  • Peningkatan kapasitas untuk ketangguhan berbasis wilayah
  • Desain aksesbilitas permukiman
  • Pengembangan kelembagaan
  • Komunikasi dan diseminasi informasi
  • Platform daring untuk penyandang disabilitas
  • Panduan pelibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan kemanusiaan 

Dari pemetaan inovasi ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas ketangguhan, terutama pada kelompok-kelompok rentan.  (MA)