IDA CAMP #4 : Sosialiasi Pesantren Adaptasi Bencana

SIAGABENCANA.COM – Rabu (24/01/24), pembukaan kegiatan Kemah Adaptasi Bencana Indonesia (IDA Camp) #4 telah dilaksanakan di Ponpes Al-Hikamussalafiyah, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Januari 2024 ini mengusung tema “Pesantren Adaptasi Bencana”. Kegiatan diikuti oleh perwakilan 300 Forum Pondok Pesantren se-Kabupaten Sumedang dan dihadiri berbagai multi stakeholders dari lima pilar pentahelix, mulai dari level nasional, regional hingga lokal. 

FOTO : Istimewa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, yang hadir mewakili PJ Gubernur Jawa Barat mengatakan, bahwa IDA Camp adalah kegiatan yang selalu dilaksanakan bersama-sama dengan BPBD Jawa Barat, mulai dari IDA Camp #1 di Garut tahun 2023, hingga IDA Camp #4 yang digelar di Sumedang. 

“IDA Camp ini adalah kegiatan yang selalu kami tunggu-tunggu. Ini adalah inisiatif dari para relawan, untuk mensosialisasikan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di tengah-tengah masyarakat.”

Tidak hanya itu, kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diwakili oleh Direktorat Bidang Mitigasi, Kapolri yang diwakili Kabaharkam Polri, Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili Deputi Bidang Usaha Kecil, serta Mendikbudristek RI yang diwakili oleh Seknas Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Republik Indonesia. 

FOTO : Istimewa

Pemateri pada kegiatan ini diantaranya dari Badan Geologi Kementerian ESDM, BMKG Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi diwakili Korem 062/Tarumanagara, Dandim 0610/Sumedang, LPBI NU Kabupaten Sumedang, PMI Kabupaten Sumedang, relawan dari Indonesia Disaster Adaptive, Konsorsium Relawan Bencana (KIRBI), dan SiagaBencana.com.

Dalam kesempatan kegiatan tersebut, Radhea Anom Karaton Sumedang Larang, Lucky Somawilaga memaparkan terkait mitigasi bencana dalam perspektif kebudayaan, mengatakan bahwa para leluhur Bangsa Sunda telah memberikan teknologi-teknologi mitigasi kepada kita sebagai anak keturunannya, seperti halnya yang tercatat dalam Naskah Galunggung yang berbicara tentang Pataniala sebagai bentuk mitigasi bencana para leluhur Sunda.

Acara IDA Camp #4 resmi dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Pimpinan Ponpes Al-Hikamussalafiyah, K.H. Sa’dullah, S.Q., M.M.Pd., yang diikuti pemukulan kentongan oleh pejabat multipihak yang menghadiri kegiatan tersebut.

Hal tersebut diyakini sebagai simbol kolaborasi multisektor yang peatutnya menjadi semangat yang mendasari setiap giat penanggulangan bencana, utamanya di Negara Kesatuan Republik Indonesia.