Berkeliling Virtual Menelusuri Sesar Lembang

Mungkin saat ini Sobat Disasterizen masih belum bisa pergi berwisata, dikarenakan pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Eits, tapi tenang! Kemarin, pada hari Sabtu (10/10), Wanderlust dan Australia Global Alumni mengadakan Sesar Lembang Route Vitrual Expedition Vol.40.

Apa itu wisata virtual?

Wisata virtual dilakukan dengan memanfaatkan google map. Dengan google map, kamu akan mengunjungi beberapa site/tempat yang ada di sesar Lembang secara virtual, baik dari gambar 180 dan 360 derajat.

Di tour virtual kali ini, peserta akan diajak keliling menelusuri jalur Sesar Lembang, dan dimulai dari kantor LIPI di Bandung, lalu mengungjungi bukit bintang, Tebing Keraton, Bukit Moko, dan lain sebagainya.

Radito Promono Susilo, Direktorat Mitigasi Bencana BNPB dalam Sesar Lembang Route Virtual Expedition Vol.40 pada 9 Oktober 2020, mengatakan Tebing Keraton sendiri terdapat papan interpretasi, guna memberikan informasi kepada pengunjung tentang Sesar Lembang. Ada link yang bisa diakses untuk memperoleh informasi mengenai Sesar Lembang. Papan informasi guna mengingatkan kepada masyarakat bahwa kita berada di atas zona Sesar Lembang. Jadi ketika ada ancaman bencana, bisa mengetahui ancaman tersebut dan melakukan mitigasi.

Nuraini Rahma Hanifa, Lead U-Inspire, CEST ITB menjelaskan bahwa Gunung Batu adalah hal yang sering dikunjungi dan sekaligus menjadi bukti bahwa Sesar Lembang aktif. Sejak tahun 2008, sudah ada alat dari BIG (Badan Informasi Geospasial) dekat boscha, di pagar wangi dipasang untuk memantau Sesar Lembang.

Kesiapan Masyarakat Menghadapi Sesar Lembang

Menurut Eko Yulianto dalam paparannya, masyarakat masih jauh dari kata siap dalam menghadapi gempa yang dipicu oleh Sesar Lembang, terlepas dari segala upaya sosialisasi yang telah dilakukan. Ia berpendapat bahwa masih belum cukup massif dan sistematis, terutama dengan infrastruktur bangunan masyarakat.

Sesar Lembang bukan hanya ancaman untuk warga lembang, tetapi juga menjadi potensi untuk warga Bandung.  

Langkah-langkah Mengembangkan Daerah Rawan Bencana Menjadi Destinasi Wisata yang Aman dan Nyaman

Ada berbagai macam langkah-langkah yang bisa dilakukan, seperti :

Membuat maket rumah untuk membandingkan konstruksi tahan gempa dan tidak

Sosialisasi dan edukasi

Memberi dan memasang papan interpretasi dan papan informasi

Melakukan pembangunan sesuai kondisi potensi bencana

Gimana? Seru banget bukan tour virtual Sesar Lembang? Selain seru, juga menambah pengetahuan agar kita bisa selalu siap siaga dalam keadaan apapun. So, jangan lupa untuk upaya mitigasi ya, Sob! (MA)