Berderet Bencana Halangi Chile Piala Dunia 1962

Hidup memang tidak selamanya berjalan mulus sesuai yang direncanakan manusia. Hal inilah yang dirasakan oleh masyarakat Chile saat Kongres FIFA memutuskan Chile menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962. Namun bencana besar menimpanya, yang mana hampir mengagalkan Chile menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Pasalnya pada 21 Mei 1960, gempa dahsyat yang pertama dari serangkaian gempa selama kurang lebih 30 hari menghantam Valdivia, Chile dengan kekuatan 9,6 Skala Richter. Guncangan tersebut menjangkau hingga Filipina, yang mana terpisah Samudra Pasifik.

Gempa tersebut juga memicu terjadinya erupsi Gunung Puyehue-Cordon Caulle di Rio Bueno yang kembali aktif setelah 40 tahun ‘tertidur’, memicunya tanah longsor di selatan Pegunungan Andes, dan menimbulkan tsunami.

Gelombang tsunami di Chile sendiri mencapai 26 kaki yang menghantam tepi pantai, menyeret dan menghancurkan sebagian besar bangunan. Namun tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian gelombang setinggi 35 kaki menerjang yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk mereka yang mengira telah pindah ke tempat lebih tinggi.

Dari sejumlah rangkaian bencana yang dialami Chile, total korban tewas di berbagai negara nyaris mencapai 6000 orang. Bahkan kerugian materil ditaksir mencapai enam miliyar dolar Amerika, termasuk empat dari delapan stadion yang telah dipersiapkan Chile sejak 1956 untuk Piala Dunia pun ikut dibabat habis.

Baca juga : LIPI MENGUKUHKAN EMPAT PENELITI MENJADI PROFESOR RISET BARU

Setelah meninggalkan Chile, tsunami tersebut bergerak ratusan mil kea rah barat menuju Hawaii, Filipina, dan Jepang. Sebagai tambahan informasi, gelombang yang dipicu gempa tersebut memantul bolak-balik melintasi Samudra Pasifik selama seminggu.

Meskipun Chile dilanda bencana besar yang memikul beban berat, rakyat Chile tidak pantang menyerah. Masyarakat Chile melakukan pembangunan kembali sejumlah stadion. Dana tersebut mereka dapat dari bebagai pihak, termasuk swasta. Misalnya saja Braden Copper Company, perusahaan tambang tembaga Amerika Serikat yang beroperasi di Chile sejak awal abad ke-20, dan mempersilakan stadionnya dijadikan salah satu vanue Piala Dunia.

Tidak disangka, hasil jerih payah masyarakat Chile akhirnya mampu menyiapkan empat stadion dan beragam infrastruktur penunjang untuk Piala Dunia sebelum waktunya terlepas dari berbagai kekurangan. Hingga akhirnya Chile mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 1962. (MA)

Sumber : Kumpara.com & Historia.id