Berbagai Inovasi Dalam Penyelenggaraan SPAB di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 seperti saat ini bukan menjadi halangan dalam melakukan satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk meimplementasikannya.

Kamis, (15/10) dalam webinar SPAB di masa Pandemi COVID-19 (Konsep dan Implementasi): Inovasi dan Praktik Penyelenggaran SPAB saat pandemi COVID-19, Enos Ndapareda, Yayasan Plan Internasional Indonesia memaparkan bahwa ada upaya yang dilakukan dalam adaptasi SPAB selama pandemi COVID-19, yakni :

  • Pilar 1 (Fasilitas sekolah aman)

Fasilitas air bersih, sarana dan prasarana, lokasi sekolah tidak menjadi lokasi karantina atau dekat lokasi karantina atau rumah sakit rujukan, menerapkan protokol pada tukang bangunan dan memastikan ada poster Safety First.

  • Pilar 2 (Manajemen bencana di sekolah)

Hal yang perlu diperhatikan pada saat evakuasi mandiri, yakni menyiapkan pembagian lokasi titik kumpul, memastikan semua warga sekolah tahu protokol COVID-19, pembentukkan Satgas/Komite/Tim COVID-19, memastikan protokol tetap dilaksanakan, memastikan sarana dan prasarana siap, alat peringatan dini bahaya disepakati dan evakuasi titik kumpul.

  • Pilar 3(Pendidikan pengurangan risiko bencana)
    • Pembelajaran jarak jauh melalui Kulwap
    • Pelatihan dengan standart new normal (home visit)
    • Pelatihan berbasis online melalui WhatsApp grup, google meet, dan podcasts

KYPA Yogyakarta juga mempunyai cara tersendiri dalam melakukan SPAB di masa pandemi. M. Andrianto, KYPA Yogyakarta mengatakan, bahwa KYPA secara mandiri fokus pada kegiatan PRB di sektor pendidikan, mendorong satuan pendidikan mengimplementasikan SPAB secara mandiri, dan pengembangan media KIE SPAB.

Ia menambahkan untuk pendampingan SPAB di masa pandemi, KYPA hanya mencari sekolah yang berkomitmen, dimulai dari membentuk Whatsapp group. Lalu, aktivitasnya seperti sosialisasi SPAB dan pemaparan materi.

Selain itu, Ismail Ali Sakty dari Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) mengatakan Kerlip mengedukasi siaga bencana melalui program-program sosialisasi bencana, yaitu:

  • Pengurangan risiko bencana
  • Peningkatan penguatan kapasitas
  • Pelatihan kesiapsiagaan bencana, dilakukan dengan virtual
  • Lomba pembuatan video edukasi, dengan tujuan memunculkan kreatifitas anak-anak peserta didik dengan memperhatikan protokol kesehatan dan video tersebut di upload melalui kanal youtube yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat Indonesia.
  • Pelatihan kesiapsiagaan rumah aman, memberikan bekal untuk peserta didik seperti membuat poster yang memuat pesan moril yang akan mengedukasi masyarakat
  • Pembekalan kampanye kesiapsiagaan bencana, membuat konten yang informatif untuk masyarakat dan bekerjasama dengan media
  • Pemilihan duta siaga bencana, dengan harapan menjadi agen perubahan untuk peserta didik di wilayah Kalimantan Timur

Bukan hanya itu, Avianto Amri, Predikt.Id menyampaikan bahwa dari pihak swasta bisa mendorong inovasi yang berkelanjutan, salah satunya Predikt.Id. Predikt.id menciptakan lingkungan yang seru dan menyenangkan dimana anak-anak sebagai agen perubahan bisa terlibat bersama orang dewasa mengenai penanggulangan bencana. Predikt.id telah melibatkan 600 lebih anak-anak dan orang tuanya, lima sekolah di tiga kota/ kabupaten, FGDs dengan lebih dari 75 peserta dan konsultasi dengan para pakar.

Salah satu cara melakukan SPAB di masa pandemi COVID-19 dari Predikt.Id adalah Predikt Preparedness for Disaster Toolkit. Predikt Preparedness for Disaster Toolkit adalah salah satu game board yang bisa dimainkan bersama-sama dengan keluarga. Predikt mencakup informasi kesiapsiagaan yang mendasar dan sederhana, melalui tips ini anak-anak bisa mengisi bersama orang tuanya. (MA)