sekolah aman bencana

Bebenah Diri dalam Pendidikan Aman Bencana di Masa Darurat Cianjur

Kegiatan webinar Ngopi PB yang diselenggarakan rutin setiap Rabu malam, tepatnya pada tanggal 02 Maret 2023 ini memiliki tajuk “Pendidikan Masa Darurat di Cianjur”. Seminar yang diadakan secara daring ini turut mengundang narasumber utama Marni Silalahi (Save the Children), Jamjam Muzaki (Seknas SPAB) dan Idzma Mahayattika (Kidzsimle Foundation) sebagai penanggap. Tak lupa, di Ignite Stage ada Ihani (Orang Muda Dampingan Plan Indonesia). 

Dokumentasi : YouTube Predikt

Di dalam kesempatan webinar tersebut, Marni mengatakan ada 880 satuan pendidikan yang terdampak akibat gempa Cianjur yang terjadi pada 22 November 2022. Lebih lanjut ia mengatakan, ada beberapa kebutuhan mendesak setelah gempa Cianjur, seperti penyiapan sekolah darurat, kegiatan dukungan psikososial, gerakan kembali ke sekolah, penyebaran informasi keamanan bangunan gedung satuan pendidikan, rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Terdapat pula standar minimum pendidikan dalam situasi darurat yang perlu diktehaui. Berikut adalah strukturnya! 

Dokumentasi : YouTube Predikt

Marni pun turut menjabarkan hasil survei tingkat prasarana pendidikan terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, terdapat 230 prasarana pendidikan mengalami rusakrusat berat yang tersebar di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Warungkondang, Cilaku, Karangtengah, Gekbrong, dan Mande. 13 prasarana pendidikan diantaranya dikeluarkan dari daftar penanganan, karena telah dilakukan penanganan baik secara mandiri maupun mendapat bantuan dari pihak lain. Sehingga total prasarana rusak berat yang ditangani oleh Kementerian PUPR sebanyak 217 prasarana.

“Berdasarkan data survey, ada 46% sekolah yang belum mendapatkan pelatihan dalam situasi darurat. Dari yang sudah mendapatkan terbanyak di Kecamatan Cianjur dan Cugenang,” kata Marni.

Oleh karena itu, beberapa upaya perlu ditingkatkan untuk membuat efektifitas pembelajaran pada masa tanggap darurat di Cianjur dapat berjalan lebih baik,, diantaranya pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada guru dan pembentukan satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Disisi lain, upaya peningkatan tersebut juga perlu diperhatikann pada segi peningkatan dan perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang tidak ditangani oleh PU.

Baca juga : PRESIDEN INDONESIA TEKANKAN PERAN PEMDA DAN BPBD DALAM MENGHADAPI BENCANA AKIBAT PERUBAHAN IKLIM

Tidak sampai di situ, perlu perbaikan pelaporan dan assessment yang terorganisir dengan baik sehingga semua data tidak luput pada saat penginputan dan di kemudian hari dapat digunakan dan diakses dengan lebih mudah.

Sedangkan pada akses dan lingkungan, perlunya koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait mulai dari masyarakat, sekolah maupun pemerintah untuk penyediaan hunian sementara sebagai lokasi proses berlangsungnya pembelajaran saat terjadi situasi darurat.

Pada layanan dukungan sosial, perlu dukungan dan pendampingan baik bagi siswa maupun guru dalam upaya penanganannya terutama dalam segi psikososial. Hal ini bertujuan sebagai percepatan upaya recovery dan penyembuhan trauma pada siswa atau guru yang terdampak. 

Menanggapi masalah pendidikan masa darurat di Cianjur, Idzma memberi tanggapan bahwa sekolah menjadi unit terpenting dan pertama kali yang akan ada pada masa darurat. Sehingga seluruh unit atau individu yang ada pada sekolah itu perlu difasilitasi dari segi kesiapsiagaan sejak dini. Idzma pun menambahkan bahwa perlu adanya perhatian khusus pada perbaikan yang tidak hanya berfokus pada sekolah formal saja, tetapi juga pada sekolah informal.

Jamjam turut menanggapi, bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan masih menjadi kendala penting untuk pendidikan pada masa tanggap darurat. Diantaranya, belum adanya  program dan anggaran yang  tersedia secara spesifik. Disamping itu, mobilisasi sumber daya pada masa darurat tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Sehingga pada tanggap darurat, penanganannya kurang efektif. Kemudian praktik-praktik baik yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan sekolah dalam membantu terwujudnya efektivitas sekolah pada masa tanggap darurat perlu didata dengan baik.

Pada sesi Ignite Stage, Ihani memaparkan bagaimana peran kaum muda dalam pendidikan di situasi bencana Cianjur. Ia menjabarkan ada beberapa program Plan Indonesia yang sudah dijalankan pada masa tanggap darurat untuk upaya pendidikan lebih baik, seperti…

  • Melakukan pemulihan trauma dengan pendampingan-pendampingan belajar
  • Membuat posko darurat
  • Membuat edukasi tentang siaga gempa pada anak-anak sekolah

Ihani menambahkan, ada beberapa praktik baik yang sudah dilakukan, seperti mengajak anak-anak korban dari gempa melakukan hal positif berupa mengaji dan melakukan aktivitas yang dapat memotivasi dan bangkit jadi lebih baik.

Jika dirangkum bersama, pentahelix sudah melakukan hal baik demi mewujudkan satuan pendidikan aman bencana di Indonesia. Namun, PR kita masih banyak demi mengurangi risiko bencana yang ada.

Pembahasan kali ini sangat menarik untuk kita berbenah diri. Kira-kira minggu depan akan bahas apa? Ikuti webinar Ngopi PB yang dilaksanakan setiap Rabu malam jam 19.00 -20.30 WIB dengan mendaftar melalui https:bit.ly/NgopiPB2.0

Atau kamu yang ingin menonton kembali sesi Ngopi PB sebelumnya, kunjungi di Facebook Pujiono Center https:bit.ly/YoutubePREDIKT