Kenalan dengan 3 Lempeng Aktif di Indonesia, Yuk

Kenalan dengan 3 Lempeng Aktif di Indonesia, Yuk

Ilustrasi lempeng di Indonesia.

Sobat Disasterizen, kalau kamu sering membaca artikel-artikel kebencanaan, kamu pasti sering menemui kata-kata;

“Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng aktif dunia. Karena itu, Indonesia berada dalam lintasan ‘Pacific Ring of Fire’”.

Apa itu lempeng?

Ilustrasi pergerakan lempeng tektonik di Indonesia. Sumber: Dosen Pendidikan.

Tapi, sebelum kita meluncur ke pembahasan itu, kita harus tahu apa itu lempeng. Mudahnya, lempeng merupakan lembaran-lembaran raksasa berwujud kerak benua dan kerak samudra yang bergerak dan mengapung di permukaan bumi. Nah, gempabumi ini terjadi akibat 2 lempeng yang saling bersinggungan, bisa jadi bergesekan atau bertabrakan.

Ada kurang lebih 18 lempeng di seluruh dunia dan 4-nya berada di Indonesia. Hanya ada 3 yang aktif, yaitu lempeng Eurasia, Samudera Pasifik, dan Australia. 1 yang lainnya adalah lempeng Filipina, namun tidak aktif.

Tahukah kamu lempeng apa saja ini?

  • Lempeng Eurasia (800.000 km2)

 

Lempeng Eurasia. Sumber: Wikimedia.

Sebagian besar negara Asia dan Eropa berada di atas lempeng ini. Lempeng ini merupakan salah satu lempeng yang paling ikonik karena ada banyak bekas-bekas geografis di atasnya, dan yang paling menonjol adalah deretan Pegunungan Himalaya.

·      Lempeng Samudera Pasifik (103.300.000 km2)

 

Lempeng Pasifik. Sumber: Wikimedia Commons.

Lempeng ini adalah lempeng yang paling luas. Samudera Pasifik dan beberapa negara kecil di atasnya berada di lempeng ini. Selain itu, ada beberapa negara yang berbatasan langsung depan lempeng ini, seperti Jepang dan pesisir timur Amerika Serikat.

·      Lempeng Indo-Australia (58.900.000 km2)

Lempeng Indo-Australia yang terletak di antara Indonesia dan Australia. Sumber: Wikimedia Commons.

Lempeng ini terbentuk dari gabungan antara lempeng Australia dengan lempeng India jutaan tahun yang lalu. Beberapa negara lain yang berada di atas lempeng ini adalah Australia, Papua Nugini, Selandia Baru, dan negara-negara kecil di Oseania.

Pembagian zona seismotektonik. 

Nah, berdasarkan 3 lempeng ini, para ilmuwan membagi wilayah di Indonesia menjadi 6 zona seismotektonik. Berikut adalah pembagiannya seperti yang tertulis dalam buku Hidup Akrab dengan Gempa dan Tsunami oleh Dr. Ir. Subandono Diptosaptono, lengkap dengan jumlah tsunami yang terjadi sejak 1600 hingga 2007.

 

Zona A          Busur Sunda bagian barat, terletak di barat laut Selat Sunda, antara lain Pulau Sumatera dan Pulau Andaman. Total tsunami: 19 kali.

Zona B          Busur Sunda bagian timur, terbentang antara Selat Sunda sampai dengan Sumba. Terdiri dari Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, dan Sumba. Total jumlah tsunami: 11 kali.

Zona C          Busur Sunda yang terletak di Laut Banda, antara lain Flores, Timor, Kep. Banda, Kep. Tanimbar, Seram, dan Buru. Total jumlah tsunami: 36 kali.

Zona D          Selat Makassar. Jumlah tsunami: 9 kali.

Zona E          Laut Maluku, termasuk di dalamnya Sangihe dan Halmahera. Total jumlah tsunami: 32 kali. 

Zona F           Sebelah utara Pulau Papua. Jumlah tsunami: 3 kali.

 

Jadi, rumah kamu masuk ke zona mana, sobat Disasterizen? Selalu siap siaga, ya! (RG)

Dipost Oleh Rafly Gilang

Rafly Gilang adalah seorang penulis yang berkecimpung di bidang penanggulangan bencana, politik, agama, keadilan, dan isu-isu sosial lainnya. Selain di website ini, Rafly juga menulis di website pribadinya yang bisa diakses di bookofrafly.com. Rafly bisa dikontak melalui email rafly@bookofrafly.com atau via Twitter @raflyrolls.

Tinggalkan Komentar