Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi dalam Pengelolaan Risiko Bencana

Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi dalam Pengelolaan Risiko Bencana

SIAGABENCANA.COM – Rabu (23/09/210), Ignite Stage ke-5 yang menjadi rangkaian dari Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas XIV 2021 menghadirkan beberapa tema yang disajikan yakni:

  • Pemanfaatan dan Perkembangan Teknologi Pemetaan Partisipatif Digital (OSM) dalam Penguatan PRBBK di Indonesia”, dengan narasumber Dewi Sulistianingrum dari Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia.
  • “Fly for Humanity : Optimalisasi UAV (Drone) dalam PRBBK”, bersama Septian Firmansyah dari U-Inspire Indonesia dan Sky Volunteer.
  • “Pengembangan Teknologi Informasi Digital Ramah Anak untuk Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim”, dengan Emiria Fikiputri dan Agus Hidayat.

OpenStreetMap

Pada sesi pertama, Dewi Sulistianingrum menjelaskan OpenStreetMap (OSM) adalah platform pemetaan digital bersifat bebas terbuka berbasis web, dibangun sepenuhnya oleh sukarelawan dengan melakukan survei menggunakan GPS, mendigitalisasi citra satelit, dan mengumpulkan serta membebaskan data geografi yang tersedia di publik.

Dicetuskan pertama kali pada 2004 oleh Steve Coast. OSM membawa konsep “Wikipedia of Maps”, yang mana semua orang dapat secara bebas memetakan, mengubah, dan menggunakan data spasial untuk berbagai kebutuhan. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan lisensi Open Database License (ODbL) dan Creative Commons Attribution-ShareAlike 2.0 (CC-BY-SA) di dalamnya.

Dalam konteks lokal di Indonesia, hadirnya OSM dapat menjadi alternatif penyedia data geopasial bebas terbuka, namun tetap mengedepankan sisi kualitas dalam setiap data yang dihasilkan.

Tahapan Pemetaan dengan OSM

 

Integrasi Data OSM dalam Penanganan Risiko Bencana

Dampak dari pemetaan yang detail dari OSM ini dalam penanganan risiko bencana adalah dapat mendukung manajemen kebencanaan di Indonesia, seperti yang terdapat di INAWARE. INAWARE merupakan suatu bagian dari OSM, yang dikelola oleh BNPB dan Pasific Disaster Center (PDC) untuk sistem peringatan dini dan hasil pengambilan keputusan dalam manajemen kebencanaan. 

Fly for Humanity

Septian Firmansyah menerangkan bahwa Fly for Humanity adalah kolaborasi antara kerelawanan, bisnis, dan inovatif, yang mana diinisiasi oleh Sky Volunteer dan didukung oleh U-Inspire Indonesia bersama perusahaan teknologi UAV lokal atau biasa dikenal dengan istilah drone.

Lebih lanjut Septian menjelaskan tujuannya, yaitu menyediakan saat pengurangan risiko bencana dan penanganan darurat, membuat audiovisual, dan harapannya bisa mendukung pengiriman suplay emergency saat penanganan bencana.

Metode Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data, Sky Volunteer terlebih dahulu membuat target operasi. Kemudian melakukan pemotretan udara menggunakan drone dan dikombinasikan dengan survey terestris dengan aplikasi Open Camera. Jadi tetap ada pemotretan dari darat. Nanti hasilnya akan dibuat mosaik foto udara dan dibuatkan peta. Setelah itu, diidentifikasi tingkat kerusakan bangunannya serta kulturnya.

Bumi Kita

Dalam kesempatan yang sama, Emiria Fikiputri menjelaskan bahwa dengan dukungan Google.org, program pengurangan bencana, Save The Children, mengembangkan aplikasi Bumi Kita yang bertujuan membangun kesiapan masyarakat, terutama anak-anak, dalam menghadapi bencana.

Ada berbagai macam fitur yang disajikan dalam aplkasi Bumi Kita. Ia juga mengatakan, dari berbagai fitur yang disediakan ada fitur yang tersohor, yaitu Zona Pantau. Di fitur Zona Pantau, pengguna bisa turut ikut berkontribusi untuk melaporkan ancaman atau kejadian bencana di sekitar area tempat tinggal. 

Aplikasi Bumi Kita ini juga menjadi salah satu alternatif belajar beradaptasi dan memahami pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, dan satuan pendidikan aman bencana.

Ia mengatakan bahwa aplikasi Bumi Kita ini murni ide dari presprektif anak dan melibatkan para praktisi profesional pengurangan risiko bencana. Yang mana Bumi Kita adalah aplikasi satu pintu untuk membangun ketangguhan.

Jika ditarik kesimpulannya, teknologi yang semakin berkembang ini tidak hanya berdampak buruk. Tapi juga banyak hal positif yang didapat, salah satunya dalam pengurangan risiko bencana. Yuk, kita manfaatkan teknologi dalam hal positif, terutama dalam hal kebencanaan! (MA)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar