Buoy Merah Putih: Alat Deteksi Tsunami yang Mati Suri

Buoy Merah Putih: Alat Deteksi Tsunami yang Mati Suri

Kepala BPPT Hammam Riza (tiga dari kiri) meninjau buoy Merah Putih yang akan ditempatkan di sekitaran gunung anak Krakatau. Buoy karya BPPT tersebut masih berada di kapal Baruna Jaya IV di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (10/4). (Hilmi Setiawan/JawaPos)

Sobat Disasterizen, tsunami adalah bencana berbahaya yang sangat sering terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah Tsunami Aceh pada 2004 yang menewaskan 160.000 jiwa dan yang paling baru adalah Tsunami Selat Sunda yang diakibatkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 silam.

Tapi, apakah kita punya alat untuk mendeteksi tsunami sebelum terjadi?

BUOY Merah Putih  

Buoy adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti ‘pelampung’. Ya, sesuai namanya, alat ini nantinya akan mengapung di lautan dan memancarkan sinyal data gelombang laut secara real-time kepada Pusat Data yang ada di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang kemudian akan diteruskan ke Tsunami Early Warning Center.

Setelah itu, peringatan dini akan dikeluarkan 10-15 menit sebelum tsunami.

"Kita akan sama-sama menyaksikan Pelepasan Kapal Riset Baruna Jaya IV, yang akan membawa peralatan deteksi dini tsunami (buoy tsunami), yang terdiri dari Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line dan Sinker, serta peralatan pendukung lainnya untuk di-deploy (dikerahkan) di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau,"

-Kepala BPPT Hammam Riza dalam pemaparannya di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (10/4/2019).

Mati Suri

Alat ini sempat ‘mati’ pada tahun 2012 silam. Total ada 22 alat bouy yang sudah tidak berfungsi sejak tahun tersebut.

"Sejak 2012, buoy tsunami sudah tidak ada yang beroprasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada Tempo.

Alat yang berbentuk seperti gasing raksasa gigantik ini telah dipasang dalam radius 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dan 100-200 meter dari bibir pantai Selat Sunda pada 10 April 2019 silam.

Wah, semoga ada buoy-buoy lainnya yang akan dipasang, ya! (RG)

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar