5 Banjir Paling Mematikan di Dunia

5 Banjir Paling Mematikan di Dunia

Balai kota Hangkow setelah banjir Sungai Yangtze, Cina, 1931. Sumber: Sina.

 Halo, Disasterizen!

Banjir adalah sebuah bencana yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, khususnya bagi para penduduk ibu kota Jakarta. Setiap pemilihan gubernur baru, masalah banjir selalu menjadi sorotan janji kampanye. Tapi, bagaimana kalau ternyata banjir bisa memakan korban hingga jutaan jiwa hanya dalam waktu beberapa hari?

Inilah 5 banjir mematikan di dunia yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.

 Banjir Sungai Yangtze, Cina, 1931.

Korban banjir, Agustus 1931. German Federal Archive.

Sejak tahun 1928 hingga 1930, Cina mengalami kekeringan yang panjang. Kemudian, diikuti musim dingin yang ganas pada tahun 1930 yang meninggalkan banyak salju yang tebal di daerah pegunungan. Di tahun berikutnya, salju yang tebal ini mulai mencair dan mengalir ke bawah melaluiSungai Yangtze. Ditambah lagi, di bulan Juli di tahun yang sama, ada sekitar 9 angin topan yang menghantam daerah tersebut.

Puncaknya, terhitung sejak bulan Juli hingga Agustus tahun 1931, banjir besar menghantam daerah utara Cina hingga mencakup area yang lebih besar dari Inggris dan setengah dari Skotlandia. Para ahli sejarah berbeda pendapat dalam angka jumlah korban. Karena minimnya akses kesehatan, obat-obatan dan makanan, banyak korban yang terpaksa menjual anak mereka, bahkan menjadi kanibal!

Korban meninggal: kurang lebih 1.000-4.000.000 jiwa.

Sumber:

Pietz, David. 2002. Engineering in the State: The Huai River and Reconstruction in Nationalist China 1927-1937.
Courtney, Chris. 2018. The Nature Disaster in China: The 1931 Yangtzi River Flood

 Banjir Sungai Kuning, Cina (lagi), 1887.

Tembok kota Lanzhou di tepi sungai Kuning, Gansu, Cina; 1875. FOTO/Wikicommon

Sungai Kuning, 1875. Wikimedia Commons.

Sungai Kuning (Huang He) adalah sungai terpanjang kedua di Cina setelah Sungai Panjang (Chang Jiang) dengan panjang kurang lebih 5.464 km.

Pada tahun 1887, hujan lebat menghancurkan tanggul-tanggul yang dibangun oleh para petani berabad-abad tahun yang lalu. Hasilnya, pada 28 September 1887, tanggul benar-benar pecah dan menyebabkan sebuah banjir yang sangat masif yang membunuh paling sedikitnya 900.000 jiwa.

Korban meninggal: 900.000-2.000.000 jiwa

Sumber:
Gunn. Angus M. 2007. Encyclopedia of Disasters: Environmental Catastrophes and Human Tragedies.

Banjir Sungai Kuning (lagi), Cina (lagi), 1938.

Image result for chiang kai shek

Chiang Kai-sek, 1970. UPI Photo Files.

Kali ini, masalahnya bukan lagi hujan deras yang mengguyur secara terus-menerus.

Pemerintah Nasionalis Cina yang kala itu sedang berperang melawan Kekaisaran Jepang berniat untuk menghancurkan basis-basis Jepang yang ada di wilayah Cina bagian utara. Untuk menghentikan Jepang, Chiang Kai-sek, pemimpin militer Cina menghancurkan tanggul air yang ada di Sungai Kuning. Tujuannya, agar Jepang mati langkah dan tidak mampu bergerak menuju tengah maupun barat Cina.

Awalnya, hanya tanggul di wilayah Zhaokou yang akan dijebol. Namun, karena kesulitan, akhirnya Cina menjebol tanggul yang ada di wilayah Huayankou pada tanggal 5 dan 7 Juni 1938.

Korban meninggal: 500.000 – 800.000 jiwa.

Sumber:
Taylor, Jay. 2009. The Generalissimo: Chiang Kai-shek and The Struggle of Modern China.

Topan Nina, Cina (iya, Cina lagi), 1975.

Topan Nina, atau yang dikenal dengan Topan Bebeng di Filipina, adalah salah satu dari 5 angin topan yang paling mematikan di dunia.

Topan ini menghancurkan Bendungan Baqiao di Zhumadian, Provinsi Henan hingga mengakibatkan banjir besar. Selain itu, topan juga meruntuhkan serangkaian bendungan kecil dan menambah kerusakan yang disebabkan oleh gabungan antara topan dan banjir.

Korban meninggal: 229.000 jiwa

Sumber:
Typhoon batters Taiwan. The Montreal Gazette. Aug 4, 1975.

Banjir Sungai Yangtze, Cina (iya, semuanya Cina), 1935

Tidak berhenti di situ, sungai ini menelan korban banjir 70 hingga 75 persen dari total seluruh banjir yang terjadi di Cina. Selain pada tahun 1931 dan 1935, sungai ini banjir lagi pada tahun 1954, 1991, 1998 dan menewaskan ribuan jiwa.

Sumber: Penuel, K. Bradley. 2011. Encyclopedia of Disaster Reliefs. (RG)

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar