gaya hidup merusak lingkungan

5 Gaya Hidup yang Merusak Lingkungan

Gaya hidup di zaman sekarang semakin banyak orang berlomba-lomba untuk kelihatan mewah agar orang lain melihatnya ‘wah’Ya kan Disasterizen? Bahkan nih ya, ada beberapa orang yang BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita) demi dipandang orang kalau ia anak hypebeast. Apakah kalian termasuk orang yang seperti itu? Semoga tidak.

Pasti kalian tidak sadar, ada beberapa gaya hidup yang tanpa kita sadari bisa sangat merusak lingkungan. Kalau lingkungan sudah rusak, yang disalahkan pasti orang lain. Sebelum menyalahkan orang lain, ada baiknya intropeksi diri terlebih dahulu. Bercermin, jangan-jangan banyak dari gaya hidup kita inilah yang menyumbang kerusakan lingkungan terbanyak. Setuju tidak?

Baca juga : SISTEM BANGUNAN SALAH YANG WAJIB KAMU KETAHUI

Di bawah ini beberapa gaya hidup yang bisa merusak lingkungan, yok baca ulasan berikut ini!

  • Penggunaan Kendaraan Pribadi

Wah kalau ngomongin kendaraan mah bukan hal yang tabu lagi ya. Bahkan nih, ada beberapa orang dalam sebuah keluarga mempunyai kendaraan pribadi satu orang satu kendaraan.

Memang sih, menggunakan kendaraan pribadi ini lebih nyaman dan cepat sampai tujuan. Sayangnya pada setiap kendaraan menghasilkan gas buangan yang mengandung karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), sulfur (SOx), senyawa nitrogen oksida (NOx), senyawa hidro carbon (HC), dan pembakaran serta partikel lepas lainnya.

Nah kan, banyak banget kandungan kimia yang dikeluarkan. Ini bisa mengganggu kesehatan manusia dan tentunya lingkungan. Oleh karena itu Sob, coba mulai dari sekarang gunakan transportasi umum sebagai kendaraan pilihan kita.

  • Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Hidup tanpa plastik memang agak sedikit sulit ya Disasterizen. Kita hidup pasti selalu bergantung dengan plastik. Misalnya nih, kamu ke supermarket atau beli camilan pasti pakai plastik.

Nah, tanpa kita sadari gaya hidup seperti ini malah yang salah dan bisa menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Akibat dari banyak plastik-plastik ini, dampaknya bukan cuma pada manusia saja. Tetapi berdampak juga pada hewan, misalnya saja banyak hewan yang mati akibat menelan sampah plastik. Sampah plastik ini juga ulah manusia, lagi-lagi manusia. Sadari sejak sekarang dan terapkan untuk hidup tanpa plastik sekali pakai. Kamu bisa mengganti plastik dengan tote bag, membawa tumbler sendiri atau hal lainnya yang mengurangi plastik.

  • Tidak Menghabiskan Makanan

Ada beberapa orang ketika makan di tempat yang fancy, tidak menghabiskan makanan gengsi. Padahal masih banyak orang lain di tempat yang berbeda sedang mengalami kesusahan hanya untuk makan. Limbah makanan sisa ini dianggap sebagai merusak lingkungan, sebab telah menyia-nyiakan tanah, air, energi, tenaga kerja, dan sumber daya alam yang digunakan untuk memproduksi makanan.

  • Pembuangan Limbah Baterai dan Sampah Elektronik

Limbah baterai ini ternyata mengandung merkuri, timbal dan bahan kimia berbahaya lainnya lho! Ini sangat berbahaya untuk makhluk hidup lainnya, terlebih bagi satwa liar dan biota laut.

Di Indonesia sendiri, pengelolahan limbah elektronik belum begitu diprioritaskan Disasterizen. Sehingga limbah-limbah elektronik, seperti kabel, gawai, televisi, hanya berakhir menjadi limbah tanpa daur ulang.  

  • Penggunaan Pendingin Ruangan

Dalam penggunaan pendingin ruangan seperti AC (air conditioner) sudah banyak di Indonesia. Tetapi, perlu kamu ketahui kalau AC ini menghasilkan zat kimia hydroflourocarbons (HFC) yang mendukung pemanasan global. Maka alangkah baiknya dalam penggunaan AC hanya seperlunya saja, untuk mengatasi terjadinya pemanasan global yang semakin parah. (MA)

Sumber : National Geographic Indonesia