4 Mitos Seputar Virus Corona

Mitos dan hoaks sudah seperti menjadi makanan sehari-hari yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tak jarang masyarakat percaya dan menyebarluaskan berita hoaks dan mitos tersebut, tak terkecuali tentang virus corona. Ada berbagai macam berita yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Berikut adalah mitos-mitos yang tersebar luas di masyarakat terkait virus corona;  

  • Makan Mie Ayam

Banyak mitos yang mengatakan kalau makan mie ayam bisa menyebabkan terinfeksi virus corona (covid-19). Pada nyatanya hal tersebut tidak menyebabkan seseorang terinfeksi virus. Ayam yang diolah secara higienis dan dimasak hingga matang, aman untuk dikonsumsi.

  • Gigitan Nyamuk

Selain makan mie ayam, mitos yang datang ke masyarakat tentang virus corona adalah gigitan nyamuk. Banyak yang mengira kalau virus corona bisa ditularkan lewat gigitan nyamuk. Padahal, virus tersebut tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Virus corona umumnya menyebar melalui percikan yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk/bersin, atau melalui percikan air liur dan ingus.

  • Minum Alkohol Cegah Virus Corona

Tidak sampai di situ saja, ada juga yang mengatakan kalau dengan meminum minuman  alkohol bisa mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Hal tersebut salah besar, Sob. Kenyataannya, dengan meminum minuman alkohol tak dapat melindungi kamu dari virus dan bahkan dapat membahayakan. Dengan sering minum alkohol atau mengonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita berbagai gangguan kesehatan.

  • Antibiotik Bisa Mengobati Virus Corona

Antibiotik bukanlah untuk mengobati infeksi virus seperti flu. Penggunaan antibiotik yang tidak diperlukan akan mempercepat timbulnya ketahanan antibiotik, satu dari ancaman terbesar kesehatan global.

Dari mitos-mitos tersebut kita bisa belajar untuk menyikapi berita dengan secara dewasa. Tidak lagi menelan berita secara mentah lalu menyebarluaskan ke seluruh kerabat. Hal ini bisa merugikan dirimu dan banyak orang. Sebab itu, ada baiknya jika kamu menerima berita. Dicek terlebih dahulu kebenarannya. Yuk mulai bersikap dewasa menyikapi berita! Stop hoaks! (MA)

Sumber : WHO Indonesia