Sagu Sang Pencegah Karhutla

Sagu Sang Pencegah Karhutla

Sumber : Lipi

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya di beberapa wilayah Indonesia ini memang masih menjadi masalah dan tentunya tantangan untuk kita semua. Bagi sebagian orang menghidupi diri dan keluarganya adalah dengan membakar hutan untuk pembukaan lahan gambut. Tetapi, sudah ada cara lain yang menjadi alternatif untuk menciptakan penghidupan masyarakat yang ramah terhadap ekosistem gambut.

Salah satunya yaitu sagu! Sagu ini bisa jadi bahan unggulan, sebab sagu cocok di hampir seluruh karakteristik gambut baik lebat maupun tipis, khususnya di lahan gambut basah. Seperti dikatakan oleh Haris Gunawan, Deputi IV Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) yang ditemui di Graha BNPB (2/10), bahwa luas lahan hutan sagu mencapai 1,225 juta hektar. Total produksi tepung sagu nasional mencapai 6,84 juta ton per tahun.

Baca juga : ASAP LAGI .. ASAP LAGI .. YUK LAKUKAN INI

Jadi menurut dirinya, jika masyarakat menanam sagu, kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah. Sagu ini memiliki keistimewaan dibandingkan dengan tanaman sawit yang justru mengilangkan cadangan air. Selain itu, sagu juga bisa digunakan untuk bahan pangan dan gula etanol. Haris menekankan, apabila masyarakat menanam sagu, karhutla dapat dicegah. Selain itu juga, produksi sagu dapat digunakan untuk bahan pangan dan gula etanol.

Sagu sebagai salah satu solusi mengatasi krisis pangan dan energy. Sekali tanam, sagu tumbuh berkembang meskipun ditinggal. Asal ada air dan tidak dibakar” ujar Haris dalam konferensi pers pada Rabu (2/10) di Graha BNPB, Jakarta.

Sebagai contoh, masyarakat yang menanam sagu dapat ditemui di Desa Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dimana sagu sebagai semi budidaya. Perlu diketahui, luas lahan sagu di kabupaten ini mencapai 63.000 hektar, sedangkan luas lahan sagu di Provinsi Riau seluas 84.000 hektar.

Namun demikian, upaya solusi untuk masyarakat ini perlu juga didukung industri untuk mendorong masyarakat memulai produksi yang ramah ekosistem gambut. Pendekatan seperti ini sejalan dengan dengan gagasan BNPB dalam mengurangi risiko bencana, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang masih terus terjadi setiap tahun. (MA)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar