Gempa Jakarta 1699

Gempa Jakarta 1699

Sumber : alinea.id

Ancaman bencana yang sering dialami oleh DKI Jakarta adalah banjir. Yap, hingga saat ini pun banjir masih menjadi masalah utama yang belum terselesaikan, Sobat Disasterizen. Namun, kamu pernah menyangka tidak kalau DKI Jakarta ini pernah mengalami gempabumi besar? Nyatanya, kota sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan ini pernah mengalami gempabumi besar pada tahun 1699 silam.

Gempa 5 Januari 1699

Saat 5 Januari 1699 silam, Indonesia masih diduduki oleh VOC-Belanda, yang dipimpin oleh Gubenur Jenderal Willem Van Outhoorn (1691-1704), Batavia (Jakarta) dan sekitarnya diguncang gempabumi yang cukup besar.

Penelitian berjudul “Indonesia’s Historical Earthquakes” dalam Geoscience Australia (2015) yang disusun Jonathan Griffin dan kawan-kawan menyebutkan, gempa pada 1699 ini merupakan gempa bumi bersejarah yang paling signifikan pada abad ke-17.

Baca juga : TRIK JITU DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam makalahnya yang berjudul “PALEOTSUNAMI, INTERDISCIPLINARY STUDY OF THE SOUTH JAVA GIANT TSUNAMI” (2017), menjelaskan gempa tersebut terjadi ketika Batavia (Jakarta) diguyur hujan deras pada dini hari, pukul 01.30 WIB.

Di Bantam (Banten) dan sebagian daerah di Jawa bagian barat lainnya, termasuk Buitenzorg (Bogor) dirasakan gempa susulan pada pagi hari, pukul 06.00 WIB. Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat Lampong (Lampung) dan sekitarnya ikut merasakan guncangan yang cukup besar.

Tercatat dalam katolog Wichman, bahwa gempabumi yang terjadi di tahun 1699 telah menghancurkan gereja, kemudian gereja tersebut kini menjadi Museum Wayang yang lokasinya terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat. Akan tetapi, sayangnya gempa pada 1699 ini tidak menjadi perhatian para geologi di Indonesia, setelah presentasi CUMMINS di ITB pada 2015 lalu.

Waduh! Sayang banget ya Sobat Disasterizen? Padahal jika gempabumi ini ditelusuri lebih dalam lagi, kita bisa mendapat pengetahuan yang sangat berharga dan dapat mengurangi risiko ancaman bencananya, terutama infarstrukturnya. (MA) 

Sumber : SKALA Indonesia

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar