Wow, Ternyata Kondisi Laut Bisa Memicu Kebakaran Hutan

Wow, Ternyata Kondisi Laut Bisa Memicu Kebakaran Hutan

Perubahan suhu di muka laut antara bagian barat dan timur juga bisa menyebabkan pembentukan awan dan curah hujan di negara sekitarnya. Ilustrasi : Pixabay

Kebakaran hutan sering kali disebabkan oleh tangan manusia yang usil dan tidak bertanggung jawab. Tapi pernah kebayang nggak kalau ternyata kondisi laut juga bisa penyebab terjadinya kebakaran hutan? Mau tahu lebih lanjut penjelasannya seperti apa? Simak di bawah ini!

EL Nino dan La Nina

Ternyata faktor dari EL Nino dan La Nina bisa menentukan kebakaran hutan lho Disasterizen! Jadi, apabila angin lemah, maka suhu hangat yang berada di Samudera Pasifik tidak bergerak ke arah Indonesia. Hal ini yang menyebabkan suhu muka laut dingin dan pembentukan awan juga cenderung sedikit, karena tekanan udara yang tinggi dan menyebabkan kekeringan, bahkan bisa menjadi kebakaran hutan.

Tapi sebaliknya, pada saat La Nina, curah hujan akan meningkat karena suhu buka laut menghangat. Maka proses pembentukan awan akan semakin tinggi karena pergerakan udara yang meningkat oleh tekanan udara rendah.

Baca juga : BELAJAR DARI TSUNAMI PURBA DONGGALA

Indian Ocean Dipole (IOD)

Perlu kita ingat, bahwa di bagian barat posisi Indonesia ini bersebelahan dengan Samudera Hindia. Makanya kondisi iklimnya juga dipengaruhi oleh fenomena iklim di Samudera Hindia.  Para ilmuan membagi wilayah Samudera Hindia menjadi dua Sob, yaitu Samudera Hindia sebelah barat dan Samudera Hindia sebelah timur untuk mengukur perbedaan suhu muka laut yang memiliki karakteristik berbeda di saat yang bersamaan.

Nih ya Disasterizen, perubahan suhu di muka laut antara bagian barat dan timur juga bisa menyebabkan pembentukan awan dan curah hujan di negara sekitarnya. Proses pergeseran suhu muka laut di Samudera Hindia ini dikenal dengan nama Indian Ocean Dipole (IOD).

Dipole diartikan sebagai dua “poles” yaitu perbedaan antara dua wilayah, barat dan timur. Gradien atau perbedaan suhu muka laut di Samudera Hindia ini kemudian dihitung untuk mengukur seberapa besar kekuatan IOD, yang kemudian disebut dengan IOD index atau Dipole Mode Index (DMI).

Nah, apabila DMI bernilai positif, maka suhu muka laut di sepanjang pantai barat Sumatra dan selatan Jawa sedang berada dalam kondisi dingin. Hal ini berarti bahwa proses penguapan rendah dan menyebabkan awan susah terbentuk. Apabila hal ini terjadi, kekeringan akan terjadi di wilayah Indonesia terutama di Sumatera dan Jawa yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

Madden-Julian Oscillation (MJO)

Gangguan cuaca di Indonesia, mungkin juga akan disebabkan oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang skalanya musiman dan biasanya akan berlangsung selama 30-60 hari dan dapat mempengaruhi kondisi hujan di wilayah Indonesia. 

Dari semua yang sudah dituturkan, intinya adalah begitu banyak fenomena laut yang mempengaruhi iklim di Indonesia dan menyebabkan terjadinya kebakaran hutan. Meskipun ya, memang dari kita nya juga yang tidak mau menjaga alam dan melestarikannya. Makanya deh, hutan-hutan di negara yang disebut ‘paru-paru dunia’ ini mulai habis terbakar si jago merah. Jadi, apakah sekarang masih ingin berbuat jahat kepada alam? (MA)

Sumber : mongabay.co.id

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar