Telinga Ikan Menjadi Petunjuk Dampak Perubahan Iklim

Telinga Ikan Menjadi Petunjuk Dampak Perubahan Iklim

Ikan kod. Sumber : Pixabay.com

Hai Disasterizen! Maraknya pembahasan tentang perubahan iklim sampai detik ini masih mau belum berhenti memang. Mengingat semua makhluk hidup dan kehidupan yang ada di Bumi ini terpengaruh oleh perubahan iklim.

Namun makhluk hidup satu ini, yang tinggal di perairan menghadapi tantangan yang unik, lho. Ketika air menghangat, oksigen yang terlarut lebih sedikit daripada air yang lebih dingin. Maka akibatnya lautan, muara, sungai dan danau mengalami proses yang dikenal dengan “deoksigenasi” (pengurangan oksigen). Lalu apa sih efeknya pada makhluk hidup yang berada di air, seperti ikan-ikan ini? Jawabannya ada pada telinganya!

Mungkin bagi sebagian orang merasa kaget kalau ikan ternyata mempunyai telinga. Bahkan ada beberapa kasus kalau ikan mempunyai pendengaran yang tajam! Batu-batu atau disebut juga dengan otolith, yang berada dalam kepala ikan ini berfungsi sebagai sistem pendengaran dan keseimbangan ikan. Tapi apakah bisa kita melihat efek perubahan iklimnya secara langsung?

Untuk beberapa dampak perubahan iklim, bisa. Rahasia kehidupan ikan-ikan semakin terbuka melalui penelitian terhadap formasi terkalsifikasi di dalam tengkorak ikan yaitu adalah telinga ikan.

Otolith ini jika dianalogikan adalah “black box” dalam pesawat. Jadi kita bisa mempelajari dan manfaatkan untuk menerangkan tentang waktu dan perubahan kimiawi ketika ikan tumbuh dan mengalami lingkungan yang berbeda.

Baru-baru ini ahli Ekologi Kelautan dari Universitas Swedia menemukan kalau ikan kod yang terpapar kadar oksigen rendah berukuran lebih kecil pada usia 3 tahun dan beratnya lebih ringan daripada ikan yang sehat. Jika bobot berat ikan ini diwujudkan dalam bentuk fillet ikan, akan terlihat betapa seriusnya masalah kadar oksigen yang rendah ini. Terutama pada perubahan iklim yang terjadi, bisa-bisa semua makhluk hidup akan punah.

Bahaya sekali ya Disasterizen! Bukan main-main lagi dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim ini. Bumi sudah semakin tua, maka dari itu kita harus menjaganya. Perubahan kecil pun sangat membantu, mulai dari kita! (MA)

Sumber : TheConversation.com 

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar