Skala Richter 101

Skala Richter 101

Charles Richter circa 1980. Sumber: Wikimedia.

Sobat Disasterizen, ketika kita menonton berita di TV atau membaca koran tentang sebuah gempabumi, rasanya tidak lengkap jika tidak ada berita tentang kekuatan gempabumi tersebut. Nah, salah satu skala yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mengkotak-kotakkan gempa berdasarkan energi yang dilepaskan dari sumber gempa adalah SR alias Skala Richter.

Apa itu skala Richter?

Baca juga: Kenalan dengan Skala MMI, Yuk!

Sedikit sejarah

Charles Richter. Sumber: Wikimedia Commons

Skala Richter adalah skala kuantitatif yang mengukur gempa berdasarkan nilai amplitudo maksimum gerakan tanah pada jarak 100 km dari pusat gempa. Skala ini awalnya ditemukan oleh Charles F. Richter dan koleganya, Beno Gutenberg pada 1935.

Dalam buku Hidup Akrab dengan Gempa dan Tsunami yang ditulis oleh Dr. Ir. Subandono Diposaptono, M. Eng., penulis menjelaskan bahwa pada awalnya, skala ini digunakan untuk mengukur gempa di California Selatan, Amerika Serikat.

Cara kerja

Dalam bukunya, Diposaptono menjelaskan bahwa besar gelombang yang diukur akan tercatat dalam seismograf (alat yang mengukur dan mencatat pergerakan gempa bumi). Seismograf bisa merekam kegiatan gerakan tanah dari yang terkecil (0.00001 mm) hingga 1 meter. Setelah itu, skala ini menyederhanakan rentang angka yang besar ini ke dalam angka 1-10. 1 tidak terasa hingga 10 yang paling destruktif.

Walaupun skala Richter sebenarnya tidak memiliki batas maksimum, para ilmuwan percaya bahwa lempeng bumi kita tidak memiliki daya yang cukup kuat untuk menghasilkan gempa di atas 10 SR. Gempa dengan skala Richter terbesar yang berhasil dicatat adalah gempa Valdivia, Chile, pada 1960 silam. Kala itu, kekuatannya mencapai 9.5 SR dan memakan korban jiwa hingga kurang lebih 5.000 jiwa.

Jika sobat ingin membandingkan, gempabumi yang diikuti oleh tsunami di Aceh pada 2004 silam itu sebesar 8.9 SR. Bisa dibayangkan dong kalau sampai 10?

Pembagian skala 

Sebenarnya, skala Richter tidak memiliki angka yang baku. Karena skala ini dihitung secara detail oleh seismograf, jadi angka yang dihasilkan bisa beragam. Namun secara garis besar, seperti inilah pembagian skala Ritcher berdasarkan dampak gempanya.

 

2.5      Secara umum tidak terasa, tapi tercatat pada seismograf

3.5      Dirasakan oleh banyak orang

4.5      Kerusakan lokal bakal terjadi

6.0      Menimbulkan kerusakan hebat

7.5      Gempa berkekuatan besar terjadi. Contohnya adalah gempabumi Sulawesi 2018 (7.4 SR)

8.0      Gempa yang berkekuatan sangat masif terjadi dan bahkan bisa menyebabkan tsunami besar. Contohnya adalah gempabumi Samudera Hindia (8.9 SR) yang memporakporandakan Aceh pada 2004.

Infografis oleh: IDN Times.

Nah, jadi seperti itu, sobat Disasterizen. Sekarang kita sudah tahu, kan, bagaimana cara membaca skala Richter di dalam berita. Dengan ini, kamu sudah satu langkah lebih maju untuk siap dan siaga bencana. (RG)

Sumber: Hidup Akrab dengan Gempa dan Tsunami.

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar