Sistem Bangunan Salah yang Wajib Kamu Ketahui

Sistem Bangunan Salah yang Wajib Kamu Ketahui

Salah satu contoh bangunan yang baik terhadap gempa, Rumah Teletubies, Yogyakarta. Sumber : merahputih.com

Hai Sobat Disasterizen, saat terjadi gempabumi pasti ada beberapa rumah yang ikut roboh dan hancur berkeping-keping. Namun, ada juga yang masih tegap berdiri. Apakah kamu tahu kalau rumah mempunyai sistem bangunan yang berbeda-beda? Seperti apakah itu? Berikut ini beberapa sistem bangunan yang banyak mengalami kerusakan akibat gempa, simak!

Unconfined Unreinforced Masonry

Unconfined Unreinforced Masonry adalah sistem bangunan yang hanya terdiri atas susunan dinding bata atau batu, tanpa elemen pengikat (kolom atau balok) yang kuat dan kaku. Sistem ini hanya bergantung pada dinding dalam menahan beban gempa. Makanya ini adalah salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat terjadinya gempa. Di bawah ini adalah salah satu contohnya!

Pada contoh gambar diatas ini adalah salah satu bangunan yang salah. Bagunan ini rusak akibat tidak adanya kerangka besi (tulangan/pengikat) pada kolom dan juga dinding.

Confined Masonry

Confined Masonry adalah sistem bangunan yang terdiri atas dinding bata yang diberi elemen pengikat (kolom atau balok) berupa rangka di keempat sisi dinding. Pada sistem ini, dinding bata dan rangka, bekerja bersama-sama dalam menahan pembebanan gempa. Simak contoh dibawah ini!

Kalau contoh yang satu ini karena pada elemen struktur pengekang (pengikat untuk masing-masing struktur) kurang kuat dan kaku. Pada sudut dindingnya tidak diberi kolom praktis (struktur kolom yang biasanya dari beton, umumnya dipasang pada dinding bangunan dengan jarak 3–4 meter. Berfungsi untuk perkuatan dinding agar lebih kokoh, stabil, tidak mengalami keretakan). Di daerah bukaan juga tidak diberi perkuatan.

Sistem Rangka Portal dengan Dinding Pengisi

Kalau yang satu ini, sistem ini terdiri atas rangkaian struktur utama bangunan yang kaku sebagai elemen struktural (elemen utama bangunan yang membuat bangunan itu bisa berdiri kokoh) dan dinding batu bata sebagai elemen non-struktural (elemen bangunan yang tidak berhubungan dengan bangunan, seperti aksessoris rumah). Sistem ini hanya bergantung pada rangkaian struktur utama bangunan untuk menahan pembebanan gempa.

Nah, itu dia beberapa sistem yang perlu kamu tahu, bahwa semua sistem itu salah. Bisa menyebabkan bangunan kamu mengalami kerusakan jikalau gempa menerjang dirimu. Bukan cuma sampai disitu aja Disasterizen, ini dia beberapa contoh dari kerusakan yang terjadi. Yok simak yok!

Beberapa Contoh Lainnya Bangunan Rusak Akibat Gempa

 

Lihat gambarnya deh Disasterizen, dinding bata terikat dengan balok ring (struktur yang diletakkan di atas pasangan batu dan bata) yang kurang kuat dan kurang kaku. Akibatnya dinding lemah terhadap gempa pada dinding ini Disasterizen!

Di bangunan ini, terlihat kolom arsitektural (kolom pada bangunan yang berfungsi sebagai olahan interior) pada dasarnya tidak tahan akan gempa. Makanya, pada saat gempa terjadi, kolom ini menahan beban secara horizontal yang besar akibat kanopi yang berat. Sebab itu, kolom jadinya runtuh.

 

Seperti yang dilihat pada gambar di atas, material pada beton terlihat keropos dan kurang semen. Besi yang memanjang tidak memadai dan menggunakan tulangan polos (besi yang memiliki penampang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip). Tulangan cincin (besi yang melingkar, biasanya membentuk kotak atau segitiga) tidak memadai juga, karena jarak yang terlalu besar. Begitupun juga dengan ikatan antara dinding bata dan kolom yang tidak memadai (tanpa angkur, lekatan beton ke bata tidak terbentuk). Nah, akibatnya kolom beton pada gambar ini tidak mampu menahan goyangan akibat gempa yang terjadi.

 

Bangunan yang terakhir ini pun salah, sebab penggunaan besi (tulangan) yang tidak memadai. Pada penggunaan tulangan polos (besi yang memiliki bidang yang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip) ini, lekatannya dengan beton sangat jelek. Jarak tulangan begel/ sengkang (komponen struktur yang terbuat dari besi beton yang berfungsi sebagai penahan beban geser) yang kurang rapat. Bentuk tulangan begel/sengkang yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku

Dari semua contoh ini ada beberapa penyebab kerusakannya Disasterizen, apa itu?

  • Rancangan struktur bangunan dan detail penulangan (besi) yang diaplikasikan kurang memadai.
  • Penggunaan material bangunan yang berat dan getas (rapuh) seperti beton/dinding tanpa tulangan atau dinding bata tanpa elemen pengikat (Sistem bangunan yang digunakan tidak sesuai dengan tingkat kerawanan daerah setempat terhadap gempa).
  • Kualitas material dan praktek konstruksi yang kurang baik.
  • Perawatan bangunan yang kurang baik.

Dari tadi kan kita sudah belajar tentang sistem bangunan yang salah karena bisa rusak akibat gempa. Bagaimana dengan sistem yang benar? Eits! Nafas terlebih dahulu Disasterizen. Jadi seperti ini bangunan yang harusnya dibangun!

Bangunan yang Seharusnya Dibangun

  • Terdiri atas rangka yang lengkap, terdiri atas kolom, balok sloof dan balok keliling
  • Rangka membentuk kesatuan yang kompak
  • Sambungan antar rangka dilakukan dengan baik

Contoh Bangunan yang Survive

Bangunan yang survive dari gempabumi itu ya seperti ini Sob! Bangunan ini terbuat dari bahan konstruksi yang ringan dan fleksibel. Rangka struktur membentuk kesatuan yang kompak.

Nah, saat kamu ingin membangun rumah, ada baiknya perhatikan ini dan bilang ke mandor atau arsitektur kamu ya!

Baca juga : LAGA SIAGA : PERMAINAN YANG MENGEDUKASI

*Daftar Istilah:

  • Elemen pengikat (kolom atau balok)
  • Elemen struktural (elemen utama bangunan yang membuat bangunan itu bisa berdiri kokoh)
  • Elemen non-struktural (elemen bangunan yang tidak berhubungan dengan bangunan, seperti aksessoris rumah)
  • Tulangan/pengikat (besi atau baja)
  • Elemen struktur pengekang (pengikat untuk masing-masing struktur)
  • Kolom praktis (struktur kolom yang biasanya dari beton, umunya dipasang pada dinding bangunan dengan jarak 3–4 meter. Berfungsi untuk perkuatan dinding agar lebih kokoh, stabil, tidak mengalami keretakan)
  • Balok ring (struktur yang diletakkan di atas pasangan batu dan bata)
  • Kolom arsitektural (kolom pada bangunan yang berfungsi sebagai olahan interior)
  • Tulangan polos (besi yang memiliki penampang bundar dengan permukaan licin atau tidak bersirip)
  • Tulangan cincin (besi yang melingkar, biasanya membentuk kotak atau segitiga)
  • Tulangan begel/ sengkang (komponen struktur yang terbuat dari besi beton yang berfungsi sebagai penahan beban geser)

 Sumber : Iswandi Imran (PPMB-ITB)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar