Menguak Catatan Sejarah Tsunami Besar Di Palu

Menguak Catatan Sejarah Tsunami Besar Di Palu

Sumber : Pinterest

Tsunami yang terjadi di Palu pada saat 2018 lalu bukanlah satu-satunya yang terjadi Sobat Disasterizen! Palu juga pernah mengalami terjangan tsunami sebanyak 18 kali dalam 200 tahun terakhir. Sebanyak 14 tsunami terjadi antara tahun 1820 dan 1982. Sedangkan, sejak 1900-an hingga 2001 tsunami pernah menerjang Teluk Palu, yaitu di tahun 1927, 1938, 1967,1968, 1969, 1984, dan 1996.

Kan, sudah banyak ya tsunami yang menerjang Palu dan sekitarnya Disasterizen? Lalu nih ya Disasterizen, dari semua kejadian tsunami tersebut, tiga diantaranya dipicu oleh gempa dari sesar Palu-Koro. Ayo coba tebak tahun berapa? Tsunami yang dipicu dari gempa sesar Palu-Koro ada di tahun 1927, 1968, dan 1996. Kita bahas lebih mendalam satu-satu yuk!

Baca juga : “KOTA POMPEII” DI INDONESIA

Tsunami Akibat Gempa Sesar Palu-Koro

  • 1 Desember 1927

Tsunami pernah melanda Teluk Palu pada 1 Desember 1927 yang disebabkan oleh gempa dengan kekuatan M 6,3 pada koordinat 0,5 LS dan 119,3 BT. Perlu diketahui, gempa yang menimbulkan tsunami ini tingginya mencapai 15 meter, lho. Gempa dan tsunami tersebut mengakibatkan kerusakan parah di Kota Palu dan Biromaru. Bahkan jalanan menuju pasar rusak berat dan beberapa bagian jalan turun setengah meter.

  • 14 Agustus 1968

Kemudian pada 14 Agustus 1968, gempabumi terjadi lagi yang sumbernya berasal dari lepas pantai bagian barat laut Sulawesi. Akibat dari gempabumi tersebut, di Teluk Tambu (antara Tambu dan Sabang) terjadi hempasan gelombang tsunami. Pada beberapa tebing juga terjadi longsoran dan retakan tanah yang disertai munculnya pancaran air panas. Di daerah Sabang pun dilaporkan bahwa tsunami datang dengan suara gemuruh.

Tsunami tersebut juga menerjang daerah di sepanjang pantai Palu. Ketinggian gelombang tsunami mencapai 10 meter dan hempasan tsunami ke daratan mencapai 500 meter dari garis pantai. Dari kejadian ini daerah yang paling parah mengalami kerusakan berada di Mapaga. Ada 160 orang meninggal dan 40 orang dinyatakan hilang, serta 58 orang luka parah. Saksi juga mengatakan gelombang tsunami terjadi tiga kali dan dari sini lah  lahir istilah lokal BOMBATALU/LEMBOTALU. Ingin tahu kisahnya seperti apa? Klik disini!

  • 1 Januari 1996

Tsunami yang terjadi pada 1 Januari 1996 ini dipicu oleh gempa berkekuatan M 7,8 pada sore hari sekitar pukul 16.05 WIB. Pusat gempanya berjarak sekitar 180 km sebelah utara Kota Palu. Tinggi tsunaminya mencapai 2-4 meter dan menyebabkan 9 orang tewas dan 63 orang terluka Sob.

Gelombang tsunami ini datang sekitar 5 menit setelah gempa! Cepet banget kan? Gelombang besar yang menerjang 5 menit setelah gempa ini, walaupun gelombangnya tidak terlalu tinggi tapi menimbukan banyak kerusakan.

Seperti yang di tulis Pelinovsky, 1997, di tahun 1996 saksi mata juga menyebutkan bahwa gelombang tsunami datang tiga kali dengan jarak masing-masing 1-3 menit. Kemudian kerusakan parah terutama terjadi di Desa Bangkir, Toli-toli, Tonggolobibi, dan Palu. Gempa ini juga menyebabkan tsunami dengan ketinggian rata-rata 2 meter dengan hempasan air laut kedaratan sejauh 400 meter. Tapi sayangnya saja, kejadian tersebut tidak tercatat dengan baik sehingga waktu kedatangan tsunami tidak diketahui.

Dari semua kejadian yang terjadi di Palu ini, tidak semua jarak waktu terjadinya tsunami setelah gempa itu sama. Makanya, perlu untuk kita selalu siaga dan mempelajari cara evakuasi mandiri dalam menghadapi ancaman bencana yang terjadi kapanpun dan dimana pun, ya! (MA)

Sumber : Buku Keterbatasan dan Tantangan Sistem Peringatan Dini

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar